Tarbiyah yang dilakukan secara berkesinambungan diyakini mampu melahirkan pribadi yang memiliki kekuatan iman, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap umat.
Para Ummahat mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias. Interaksi yang aktif, diskusi yang hangat, serta semangat berbagi pengalaman menunjukkan besarnya keinginan peserta untuk terus bertumbuh dalam pembinaan dan dakwah.
Testimoni Hijrah Menginspirasi
Suasana semakin menyentuh ketika sejumlah peserta membagikan kisah hijrah mereka.
Mama Alwi, seorang mualaf keturunan Batak, mengisahkan bahwa sebelum mengenal tarbiyah dirinya masih memiliki pemahaman agama yang terbatas.
Setelah empat tahun mengikuti pembinaan, ia merasakan perubahan besar dalam kualitas ibadah, akhlak, serta kehidupan keluarganya.
Dengan pendekatan yang lembut dan penuh keteladanan, ia mampu mengajak suaminya untuk lebih rajin menunaikan salat, mempelajari Al-Qur’an, hingga mengikuti halaqah tarbiyah. Kedua putranya pun kini aktif mengikuti pembinaan generasi muda.
“Saya ingin terus istiqamah dan mengajak keluarga menjalani Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya.
Testimoni serupa disampaikan Dinda. Ia mengaku tarbiyah membimbingnya memperbaiki diri dengan menutup aurat secara syar’i, memperkuat ibadah, serta mengantarkan anaknya menempuh pendidikan di pesantren hingga menjadi penghafal Al-Qur’an.
Semangat dakwah itu kemudian ia lanjutkan dengan mengajak keluarga, kerabat, tetangga, hingga rekan-rekannya mengikuti pembinaan tarbiyah.
Pengalaman inspiratif juga dibagikan Kurnia yang merasakan perubahan positif dalam kehidupan pribadi maupun keluarganya setelah mengikuti proses pembinaan secara istiqamah.
Apresiasi dan Harapan
Sebagai bentuk apresiasi, ketiga peserta yang menyampaikan testimoni menerima buku karya Ustaz Taufik HS, S.Ag., CWC.
Buku tersebut mengisahkan perjalanan hijrah dan perjuangan dakwahnya sejak menetap di Riau sekitar dua dekade lalu.
Melalui Program PPS ini, BKAP DPD PKU berharap semangat rekrutmen hijrah terus tumbuh di tengah keluarga dan masyarakat.












