“Jangan pernah melalaikan shalat lima waktu. Jaga lisan, jaga sopan santun terhadap lingkungan sekitar dan tetap tunjukkan akhlak mulia sebagai cerminan remaja masjid yang beradab,” tegasnya.
Kepada panitia dan pendamping, Muhammad Edison meminta aspek keselamatan menjadi prioritas selama kegiatan.
Ia berharap seluruh peserta dapat kembali ke Masjid Al Ikhlas dalam keadaan sehat dan selamat, sekaligus membawa pengalaman serta semangat baru untuk semakin memakmurkan masjid.
Sementara itu, Ketua Remaja Masjid Al Ikhlas Pondok Batuan, Arya Wirasukma, mengatakan Tadabbur Alam menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pembelajaran dari alam.
Menurut Arya, kegiatan tersebut tidak hanya diisi aktivitas bersama di alam terbuka, tetapi juga menjadi ruang bagi para remaja untuk membangun kebersamaan, menumbuhkan kepedulian dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Tadabbur Alam ini, kami ingin anak-anak remaja masjid tidak hanya berkumpul dan bersenang-senang, tetapi juga mendapatkan pengalaman, ilmu dan nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan,” ujarnya.
Arya berharap kegiatan Tadabbur Alam dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda tertarik aktif dalam kegiatan masjid dan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap agama, lingkungan dan sesama.
Keberangkatan rombongan kemudian dilepas Muhammad Edison Ginting bersama para Pembina.
Pelepasan ditandai dengan pengangkatan bendera dan doa bersama sebelum para remaja memulai perjalanan.(Akbar)












