Kota Medan

Rico Waas Tekankan Penataan Trotoar Harus Humanis dan Estetis di Medan

147
×

Rico Waas Tekankan Penataan Trotoar Harus Humanis dan Estetis di Medan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa penataan trotoar di Kota Medan harus dilakukan dengan perencanaan matang, berorientasi pada kenyamanan manusia (humanis), serta memiliki nilai estetika.

Hal tersebut disampaikan Rico saat memimpin rapat pembahasan penataan trotoar di sejumlah titik kota, yang digelar di rumah dinas wali kota, Kamis (2/4/2026).

“Pembangunan Medan harus mempunyai konsep yang benar. Sekali dibangun harus bertahan lama,” tegasnya.

 

Desain Tidak Boleh Seragam

 

Dalam arahannya, Rico menekankan bahwa desain trotoar tidak boleh disamaratakan di semua wilayah.

Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga perencanaan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Perencanaan itu harus menyesuaikan kondisi di lapangan. Jangan dipaksakan sama semua, tetapi lihat per blok dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Plt Kepala Dinas SDABMBK Ferri Ichsan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Suriono.

 

Kualitas Trotoar Harus Ditingkatkan

 

Rico juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembangunan trotoar di Kota Medan. Ia meminta agar ke depan tidak lagi membangun trotoar dengan standar biasa.

“Jangan lagi kita bangun trotoar biasa. Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan trotoar harus memperhatikan berbagai aspek penting seperti pemilihan material, sistem drainase, pencahayaan, hingga aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

 

Integrasi dengan Ruang Publik

 

Menurut Rico, trotoar modern tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga harus terintegrasi dengan ruang hijau dan fasilitas umum lainnya.

“Trotoar itu bukan sekadar jalan kaki, tetapi harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas,” jelasnya.

 

Hindari Pengerjaan Tergesa-gesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *