Religi

‎Safari Ziarah Barus: Menghidupkan Jejak Sejarah Islam Pertama di Nusantara ‎

1089
×

‎Safari Ziarah Barus: Menghidupkan Jejak Sejarah Islam Pertama di Nusantara ‎

Sebarkan artikel ini
‎Rombongan dipimpin oleh Al Habib Mun’ien Ba’lawy dari Hadramaut, Yaman, didampingi oleh H. Amru Fitiradi, H. Sumbo Saing, serta Ustadz Muslim Istiqomah, SSQ(foto:Mus)

‎Bukti peninggalan Islam masih dapat ditemui di Barus hingga kini. Di kompleks pemakaman Mahligai terdapat nisan tua bertuliskan nama Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 M/46 H.

‎Selain itu, ada pula makam Syekh Machmudsyah di Bukit Papan Tinggi yang wafat pada 440 H.

‎Di Kanton, Barus juga berdiri masjid kuno yang disebut-sebut sebagai salah satu masjid tertua setelah Masjid Nabawi.

‎Pentingnya Safari Ziarah bagi Umat Islam

‎Ustadz Muslim Istiqomah, SSQ menegaskan bahwa Safari Ziarah bukan hanya perjalanan spiritual, melainkan juga sarana untuk membangkitkan kesadaran umat Islam akan sejarah panjang peradaban mereka.

‎“Semoga Safari Ziarah ini menjadi spirit bagi kita umat Islam untuk menghidupkan peradaban Islam di Nusantara,”ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa menjaga sejarah Islam sama artinya dengan menjaga identitas keislaman di tengah perkembangan zaman.

‎Safari Ziarah ke Barus diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa Islam telah hadir di Nusantara sejak abad ke-7 Masehi dan berkembang pesat melalui interaksi perdagangan, dakwah, dan kebudayaan.

‎Spirit Peradaban Islam Nusantara

‎Barus bukan hanya kota perdagangan, tetapi juga gerbang masuknya Islam ke Indonesia.

‎Dari Barus, ajaran Islam meluas ke berbagai wilayah Sumatra dan kemudian ke seluruh Nusantara.

‎Peran penting ini menjadikan Barus sebagai simbol awal tumbuhnya peradaban Islam di Indonesia.

‎Melalui Safari Ziarah yang dipimpin ulama dan tokoh agama, umat Islam diajak untuk kembali meresapi makna sejarah.

‎Kehadiran para habaib dan ulama di Barus juga menjadi penegas bahwa peradaban Islam di Nusantara harus terus dirawat dengan ilmu, amal, dan doa.

‎Safari Ziarah di Barus tahun ini tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran umat Islam tentang pentingnya menjaga jejak sejarah yang telah diwariskan sejak berabad-abad lalu.

‎Dengan demikian, peradaban Islam di Nusantara akan tetap hidup dan terus berkembang di masa depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *