Menurut Ardiyansyah, keberadaan Sekolah Tani tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Sekolah tersebut diarahkan menjadi ruang belajar, bertukar pengalaman dan membangun jejaring bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sektor pertanian.
Bagi Sergai, kehadiran Sekolah Tani tersebut memiliki makna tersendiri. Kabupaten yang memiliki aktivitas pertanian ini memiliki ruang untuk mempertemukan pengalaman masyarakat di lapangan dengan pengetahuan serta pembahasan mengenai arah kebijakan pertanian.
Ardiyansyah menilai penguatan sektor pertanian tidak bisa hanya dibebankan kepada petani.
Dibutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari peningkatan pengetahuan, jaringan, inovasi hingga pemahaman terhadap kebijakan yang berkaitan dengan pertanian.
Membangun Petani yang Terus Belajar
Sekolah Tani Pejuang PKS Sergai diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memberikan ilmu bermanfaat sekaligus membuka relasi baru bagi para peserta.
Dengan adanya ruang belajar tersebut, masyarakat dapat saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pertanian dan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Pembahasan mengenai arah kebijakan pertanian juga menjadi penting karena kebijakan yang diambil akan berkaitan langsung dengan kehidupan petani, produksi pangan dan pengelolaan sumber daya alam.
Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong sektor pertanian agar semakin berkembang.
Bukan Sekadar Seremoni
Pembukaan Sekolah Tani Pejuang PKS di Sergai pada akhirnya membawa satu pesan sederhana: potensi alam yang besar membutuhkan manusia yang mau belajar dan bekerja untuk mengelolanya.
Hariyanto mengingatkan tentang karunia bumi dan laut Indonesia. Ardiyansyah menegaskan bahwa Sergai kini menjadi tempat hadirnya Sekolah Tani PKS pertama di Sumatera Utara.
Dari Aula Permata Edu Farm, proses pembelajaran itu dimulai.
Sebab tanah yang subur tidak otomatis melahirkan kesejahteraan. Ia membutuhkan tangan yang mau mengolah, ilmu yang membimbing, inovasi yang berkembang, dan generasi yang berani turun langsung ke tanah untuk memastikan potensi pertanian benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.***












