Mas Ibin juga mengingatkan pesan Bung Karno bahwa tantangan bangsa ke depan bukan lagi penjajahan fisik, melainkan kelemahan dalam diri sendiri, seperti kemalasan dan sikap enggan untuk maju.
“Kita harus melawan sikap negatif itu dengan kerja keras dan semangat gotong royong. Perubahan dimulai dari diri sendiri,” tambahnya.
Upacara yang dihadiri oleh jajaran forkopimda, ASN, pelajar, mahasiswa, dan elemen masyarakat ini menjadi simbol kuat persatuan. Suasana alun-alun yang dihiasi bendera merah putih, ditambah latar Masjid Agung Kota Blitar, menghadirkan nuansa nasionalisme yang hangat.
Menutup pesannya, Mas Ibin mengajak masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan semangat kebersamaan.
“Kemerdekaan ini adalah warisan perjuangan. Sekarang tugas kita menjaga dan melanjutkannya dengan membangun masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera,” ujarnya penuh semangat.
Perayaan HUT ke-80 RI di Blitar bukan sekadar seremoni, tapi juga momentum penting untuk meneguhkan komitmen pembangunan berkelanjutan – dari penguatan ekonomi lokal, perluasan pasar, hingga peningkatan kualitas SDM.(ADV/kmf/didik)












