Sumatera Utara

Sosialisasi Papan Edukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Hak dan Kewajiban Kelas III SDN 030286 Parsaoran  

244
×

Sosialisasi Papan Edukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Hak dan Kewajiban Kelas III SDN 030286 Parsaoran  

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, PARSAORAN — Di sebuah ruang kelas sederhana, yang dindingnya dihiasi poster dan gambar buatan tangan, sekelompok siswa kelas III SD Negeri 030286 Parsaoran duduk rapi di bangku mereka.

Mata-mata kecil itu tertuju pada sebuah papan edukasi berwarna cerah yang baru saja dipasang di depan kelas.

Papan itu bukan sekadar hiasan, melainkan jendela baru untuk memahami dunia: dunia tentang hak dan kewajiban.

Papan edukasi ini adalah hasil karya mahasiswa Universitas Quality Medan yang tengah menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

Di bawah bimbingan dosen Nurhanifa Tamba, S.Pd., M.Pd., mereka datang membawa misi sederhana tapi penuh makna—mengajarkan nilai-nilai dasar kehidupan kepada anak-anak, melalui media yang menyenangkan dan mudah dipahami.

“Biasanya anak-anak bingung membedakan mana hak, mana kewajiban,” ujar seorang mahasiswa sambil tersenyum. “Tapi saat kami buatkan visual yang dekat dengan kehidupan mereka—seperti gambar anak membantu ibu menyapu atau membaca buku di rumah—responnya luar biasa.”

Tak butuh waktu lama bagi para siswa untuk menangkap pesan itu. Seorang anak, dengan polos tapi penuh kesadaran, berkata, “Hak saya itu main setelah belajar. Tapi saya juga harus bantu mama nyapu rumah, itu kewajiban saya.”

Kalimat itu sederhana. Tapi dari mulut anak delapan tahun, maknanya menggema lebih dalam dari ceramah panjang lebar.

Di era yang serba digital dan kompetitif, pelajaran seperti ini kerap tersisih oleh kejaran target nilai dan ujian.

Namun, dari sudut kecil Parsaoran, kegiatan ini mengingatkan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya soal angka dan hafalan.

Ia tentang membentuk manusia utuh—yang tahu haknya, dan tak lupa akan tanggung jawabnya.

Papan edukasi yang dibuat dengan tangan-tangan mahasiswa ini menyampaikan pesan moral dengan cara yang bersahabat.

Setiap gambar dan warna dipilih agar akrab dengan dunia anak-anak. Tak ada jargon berat. Tak ada instruksi yang memerintah. Hanya cerita sederhana yang bisa mereka kaitkan dengan pengalaman sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *