TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG – Staf Khusus Menteri Perdagangan RI bidang Hubungan Antar Lembaga, Slamet Nur Ahmad Effendy, mengajak kader Pemuda Muhammadiyah untuk bersiap menghadapi tantangan transformasi global.
Ia menekankan pentingnya penguasaan isu-isu strategis seperti digitalisasi, pengembangan UMKM, dan transformasi perdagangan.
Hal ini disampaikan Slamet dalam Dialog Publik bertajuk Transformasi Perdagangan, Digitalisasi, UMKM dan Tantangan Global yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Deli Serdang, Kamis, 26 Juni 2025, di aula Kafe Uncle Sam, Lubuk Pakam.
“Kita harus taktis dan strategis melihat peluang pengembangan bisnis yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sudah saatnya keluar dari zona nyaman,” ujar Slamet di hadapan lebih dari seratus kader Ortom Muhammadiyah yang hadir.
Ia menegaskan bahwa organisasi otonom Muhammadiyah harus mengisi ruang-ruang substansi yang berdampak nyata pada masyarakat, terutama dalam penguatan sektor ekonomi rakyat.
“Kita hidup di era sosial tanpa batas. Manfaatkan kesempatan ini untuk bergerak dan bermanfaat,” ujarnya.
Dialog publik tersebut juga menghadirkan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Machendra Setiawan.
Dalam sambutannya, Machendra mengajak para kader untuk memperkuat kekompakan dan menghindari sikap tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
“Al-Qur’an menjadi petunjuk utama kita. Dalam konteks organisasi dan kekeluargaan, kita diajarkan untuk tidak terburu-buru.
Di Sumatera Utara, karakter cepat ingin unggul memang menonjol, tapi tetap harus disertai dengan ketenangan dan kebijaksanaan,” kata Machendra.
Tokoh Pemuda Deli Serdang sekaligus kader Muhammadiyah, Bayu Sumantri Agung, menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan zaman.
“Digitalisasi telah menjadi arus utama dalam perdagangan. Masukan dari Staf Khusus Menteri Perdagangan sangat penting bagi pengembangan UMKM di Deli Serdang,” ujar Bayu.
Acara turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Medan Edwin Sugesti, Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Rio Alvin Kurniawan, serta pengurus organisasi otonom Muhammadiyah seperti IPM dan Nasyiatul Aisyiyah.(yu_di)












