Peristiwa

SUMATERA BARAT BERDUKA: MTsN 1 Padang Pariaman Menyalurkan Doa dan Harapan bagi Korban Banjir dan Longsor

266
×

SUMATERA BARAT BERDUKA: MTsN 1 Padang Pariaman Menyalurkan Doa dan Harapan bagi Korban Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, PADANG PARIAMAN – Hujan deras yang mengguyur Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan duka yang begitu mendalam.

Banjir bandang dan tanah longsor menghantam Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Agam, merendam rumah, menghancurkan harta benda, dan bahkan merenggut sebagian nyawa.

Ribuan warga terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan kenangan yang kini tertelan air dan lumpur.

Di tengah suasana yang mencekam itu, MTsN 1 Padang Pariaman menunjukkan kepedulian yang tulus melalui doa dan harapan.

Kepala sekolah, Jusma Yanti, S.Pd, Jumat, 28 November 2025, menyampaikan,

“Kami dari MTsN 1 Padang Pariaman ikut merasakan kepedihan yang dialami saudara-saudara kita. Dari hati yang terdalam, kami mendoakan agar Allah memberikan ketabahan, kekuatan, dan perlindungan bagi mereka yang terdampak. Semoga mereka tetap tegar dan menemukan harapan di tengah cobaan ini.”

Para guru dan siswa menggelar doa bersama di lingkungan sekolah, menyalurkan empati dan solidaritas melalui kata-kata yang penuh harapan.

Setiap doa menjadi wujud nyata bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini.

“Meski kami tidak dapat hadir langsung membantu secara fisik, doa kami adalah bentuk kepedulian yang tak kalah penting,” ungkap salah seorang guru pembimbing.

Tim SAR, BPBD, dan relawan setempat terus bekerja tanpa lelah mengevakuasi warga, membuka posko darurat, dan memulihkan akses vital yang terputus akibat banjir dan longsor. Masyarakat diimbau tetap waspada karena hujan masih berpotensi mengguyur wilayah rawan bencana.

Di tengah genangan air dan tanah yang bergerak, kepedulian MTsN 1 Padang Pariaman menjadi simbol nyata bahwa doa dan harapan mampu menguatkan hati mereka yang terdampak. Kepedulian moral dan spiritual ini, meski terlihat sederhana, menjadi cahaya bagi korban yang sedang berjuang menghadapi kehilangan dan trauma.

Musibah ini kembali mengingatkan kita semua bahwa solidaritas tidak selalu berbentuk materi; empati, doa, dan harapan juga memiliki kekuatan luar biasa untuk menenangkan jiwa yang dilanda duka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *