TERITORIAL24.COM, BLITAR – Malam Kamis Legi menuju Jumat Pahing menjadi momen istimewa bagi masyarakat Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Bertepatan dengan peringatan usia ke-55 Desa Ngadipuro sejak pemekaran dari Desa Ngeni pada tahun 1971, Pemerintah Desa Ngadipuro resmi meluncurkan Tari Sekar Pudak sebagai identitas budaya baru desa sekaligus pelengkap daya tarik wisata Pantai Pudak.
Peresmian Tari Sekar Pudak dilakukan oleh perwakilan Bupati Blitar melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).
Kehadiran tari tersebut diharapkan mampu memperkuat paket wisata Pantai Pudak yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di pesisir selatan Kabupaten Blitar.
Kepala Desa Ngadipuro, Eko Wahyudi, menjelaskan bahwa Tari Sekar Pudak lahir dari inspirasi keindahan Pantai Pudak, sejarah Desa Ngadipuro, serta keharuman bunga pudak atau pandan yang menjadi simbol kesucian, ketulusan, dan kebaikan.
“Tari Sekar Pudak menggambarkan nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat. Keindahan gerakannya merepresentasikan kelopak bunga pudak yang mekar, sementara makna yang terkandung di dalamnya mencerminkan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis,” ujarnya.
Tarian tersebut juga mengisahkan asal-usul Desa Ngadipuro, keindahan Pantai Pudak, serta filosofi bunga pudak yang harum dan menawan.
Kehadiran Tari Sekar Pudak diharapkan menjadi ikon budaya yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus menarik minat wisatawan.
Selain menyuguhkan panorama pantai yang memukau, kawasan wisata Pantai Pudak kini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area berkemah, kafe, restoran, area parkir luas, kantin, dan toilet. Wisatawan juga dapat menikmati paket wisata Dinner Sunset Songgolangit Pantai Pudak yang menyajikan makanan dan minuman berbahan olahan buah pudak, souvenir syal batik tulis motif Sekar Pudak, serta pertunjukan Tari Sekar Pudak.
Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp10.000 per orang, pengunjung dapat menikmati keindahan pantai yang mudah diakses melalui Jalur Lintas Selatan (JLS).












