Religi

Tausiyah Ramadhan di Masjid Al Akbar, Ustadz Muslim Ingatkan Jaga Lisan dan Media Sosial Saat Puasa

163
×

Tausiyah Ramadhan di Masjid Al Akbar, Ustadz Muslim Ingatkan Jaga Lisan dan Media Sosial Saat Puasa

Sebarkan artikel ini

Jamaah di Perumahan Griya Aira Tebing Tinggi diajak menjaga akhlak, termasuk dalam status dan komentar di media sosial selama bulan suci.

Ustadz Muslim mengingatkan bahwa puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang dapat merusak pahala puasa(foto:Mus)

TERITORIAL24.COM,Tebing Tinggi – Jamaah Masjid Al Akbar Perumahan Griya Aira, Kota Tebing Tinggi, mengikuti kegiatan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Muslim Istiqomah Sinulingga, Jumat (21/2/2026).

Tausiyah tersebut menekankan pentingnya menjaga diri, termasuk dalam penggunaan media sosial selama menjalankan ibadah puasa.

Dalam ceramahnya, Ustadz Muslim mengingatkan bahwa puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang dapat merusak pahala puasa.

Ia menegaskan bahwa di era digital saat ini, menjaga lisan juga harus diikuti dengan menjaga status dan komentar di berbagai platform media sosial.

“Puasa bukan hanya tidak makan dan tidak minum, tetapi menahan diri dari segala hal yang membatalkan maupun merusak nilai pahala puasa. Termasuk dalam bermedia sosial, kita harus mampu mengendalikan diri agar tidak menyebarkan fitnah, ghibah, namimah, cacian dan makian,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia mengutip sabda Nabi Muhammad yang menyatakan, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.”

Hadis tersebut, menurutnya, menjadi peringatan bagi umat Islam agar tidak menjadikan puasa hanya sebatas rutinitas tanpa menjaga akhlak.

Menurut Ustadz Muslim, seluruh anggota tubuh seperti mulut, mata, telinga, tangan hingga kaki harus dijaga selama berpuasa.

Ia juga mengingatkan bahwa di zaman modern, kontrol diri harus mencakup aktivitas digital, seperti unggahan di Facebook, Instagram, WhatsApp, TikTok, dan media sosial lainnya.

“Jika kita mampu menjaga semua itu, maka puasa akan bernilai pahala. Namun jika tidak, puasa bisa menjadi sia-sia bahkan berujung dosa. Na’udzubillahi min dzalik,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak jamaah untuk mengisi bulan Ramadhan dengan amalan sunnah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dzikir, sedekah, serta memperbanyak kebaikan kepada sesama.

Hal tersebut, lanjutnya, akan membawa umat Islam mencapai tujuan utama puasa, yakni menjadi pribadi yang bertakwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *