Peristiwa

‎Testamen Yahya Sinwar: Warisan Perlawanan dari Gaza yang Terkepung ‎

525
×

‎Testamen Yahya Sinwar: Warisan Perlawanan dari Gaza yang Terkepung ‎

Sebarkan artikel ini
‎Yahya Sinwar, lahir pada 29 Oktober 1962 di Kamp Pengungsi Khan Younis(foto Twitter @Kahlissee) ‎

‎Ia menggambarkan kepemimpinannya bukan sebagai pergantian kekuasaan semata, tetapi kelanjutan dari perjuangan rakyat Palestina, “dari batu ke senapan.”

‎Dalam konflik yang dikenal sebagai Operasi Banjir Al-Aqsa, Sinwar mengklaim dirinya bukan sekadar pemimpin gerakan tetapi suara dari setiap warga Palestina yang mendambakan kemerdekaan.

‎“Operasi itu adalah pertempuran semangat sebelum tubuh, pertempuran kehendak sebelum senjata.”

‎Warisan dan Harapan

‎Sinwar menutup pesannya dengan penegasan bahwa tanah Palestina bukan sekadar kisah, melainkan kenyataan yang harus diperjuangkan.

‎Ia menyerukan agar rakyat Palestina tidak menyerah meski dunia tetap bungkam terhadap penderitaan mereka.

‎“Jika saya gugur, jangan ikut jatuh. Bawalah panji yang tak pernah jatuh itu, dan jadikan darahku sebagai jembatan bagi generasi yang bangkit dari abu kita dengan lebih kuat.”

‎Ia menitipkan Palestina kepada generasi berikutnya, menyebut tanah itu sebagai cinta yang dipikul “seperti gunung yang tak pernah tunduk.”

‎Yahya Sinwar, lahir pada 29 Oktober 1962, adalah pemimpin Hamas di Gaza sejak 2017 dan salah satu tokoh sentral dalam perlawanan terhadap pendudukan Israel.

‎Testamen ini diyakini ditulis dalam konteks konflik yang terus berlangsung di Jalur Gaza, yang hingga kini menyisakan krisis kemanusiaan yang mendalam.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *