Advertorial

Tingkat Pengangguran Masih Tinggi, Pemkab Blitar Luncurkan Program SANG KAPTEN untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten

574
×

Tingkat Pengangguran Masih Tinggi, Pemkab Blitar Luncurkan Program SANG KAPTEN untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Tingkat pengangguran di Kabupaten Blitar masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data terbaru dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar, tercatat sebanyak 34.859 orang atau 4,77% dari total angkatan kerja masih menganggur.

Yang mengkhawatirkan, mayoritas penganggur merupakan lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi, menunjukkan adanya kesenjangan nyata antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Menjawab kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) meluncurkan terobosan baru bertajuk SANG KAPTEN (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten).

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap kerja, sejalan dengan visi RPJMD Kabupaten Blitar 2025–2029.

Kepala Bidang Latihan Kerja, Produktivitas, dan Transmigrasi Disnaker Blitar, Latif Usman, menjelaskan bahwa SANG KAPTEN tahun 2025 dikemas dengan konsep 3 in 1: pelatihan vokasi, sertifikasi resmi, dan magang langsung di industri.

“Program ini bukan hanya pelatihan, tapi jalur percepatan dari teori ke praktik, dari ruang kelas ke dunia kerja,” ujar Latif.

 

Berikut tahapan program yang telah dijalankan beberapa waktu lalu :

 

Pelatihan Vokasi (12–21 Juni 2025): Bertempat di LPK Erlin Estetika International Institute, peserta mendapat pelatihan intensif dalam bidang tata rias (make up), dengan materi mencakup 10 unit kompetensi utama—mulai dari merias wajah harian dan panggung, teknik merias luka (cikatri) hingga geriatrik (penuaan), pemasaran jasa kecantikan, hingga etika layanan pelanggan.

Sertifikasi Kompetensi BNSP (23 Juni 2025): Peserta mengikuti uji kompetensi dari LSP PARAS – Surabaya yang telah berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Magang Industri (24–28 Juni 2025): Peserta diterjunkan langsung ke dunia usaha dan industri kecantikan untuk memperkuat pengalaman kerja.

Program ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025. Dari 238 pendaftar, 20 peserta terpilih, termasuk 5 orang dari keluarga petani tembakau sebagai bentuk afirmasi dan keberpihakan kepada masyarakat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *