TERITORIAL24.COM-Dalam ajaran Islam, kehidupan setelah kematian bukan sekadar transisi, melainkan fase awal dari perjalanan abadi seorang hamba.
Salah satu kisah yang menggugah kesadaran umat adalah tentang Sajaul Al-Aqra.
Seekor ular besar yang dipercaya menjadi penyiksa bagi orang-orang yang lalai menunaikan salat selama hidupnya di dunia.
Mengenal Sajaul Al-Aqra dalam Tradisi Islam
Sajaul Al-Aqra disebut dalam berbagai kitab ulama klasik sebagai ular besar, buta, dan tuli, namun sangat buas.
Makhluk ini ditugaskan oleh Allah untuk menyiksa manusia yang meninggalkan salat lima waktu tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Nama “Al-Aqra” sendiri berarti “botak”, menggambarkan bentuk fisik ular ini yang menyeramkan dan tidak biasa.
Kehadiran Sajaul Al-Aqra dalam alam kubur merupakan peringatan keras bagi mereka yang meremehkan kewajiban utama dalam Islam, yakni shalat.
Mengapa Shalat Menjadi Ukuran Utama Amal?
Shalat adalah tiang agama dan menjadi pembeda utama antara Muslim yang taat dan yang lalai. Rasulullah SAW bersabda:
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah salat. Barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir.”(HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Banyak hadis menegaskan bahwa shalat adalah amal pertama yang dihisab pada hari kiamat.
Jika shalatnya diterima, maka amal lain pun akan ikut diterima. Jika shalatnya rusak atau ditinggalkan, maka sia-sialah amal lainnya.
Sajaul Al-Aqra dan Siksa Kubur bagi yang Meninggalkan Shalat
Dalam berbagai riwayat ulama salaf, disebutkan bahwa orang yang tidak menunaikan salat akan ditemani oleh ular ini di dalam kuburnya.
Setiap salat yang ditinggalkan akan diganti dengan satu kali gigitan atau patukan dari Sajaul Al-Aqra, terus-menerus siang dan malam hingga Hari Kiamat tiba.
Dikisahkan bahwa setiap kali ular tersebut mematuk, tubuh mayat akan terurai, lalu Allah menghidupkannya kembali, kemudian ular itu akan menyiksanya lagi.
Siklus siksaan ini berulang tanpa henti sebagai bentuk azab kubur yang amat pedih akibat kelalaian dalam menjaga hubungan dengan Allah.












