Peristiwa

Unjuk Rasa di DPRD Sumut Ricuh, Polisi Jadi Korban Lemparan Batu hingga Gerbang Roboh

383
×

Unjuk Rasa di DPRD Sumut Ricuh, Polisi Jadi Korban Lemparan Batu hingga Gerbang Roboh

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (26/8/2025), berubah dari orasi serius jadi adegan chaos ala film laga. Ratusan massa yang awalnya menuntut penghapusan tunjangan mewah anggota DPR serta penyesuaian gaji sesuai UMK/UMP, malah berakhir bentrok dengan aparat.

Ketegangan memuncak ketika massa mencoba merobohkan gerbang utama DPRD menggunakan tali tambang.

Polisi yang awalnya masih sabar menahan barisan, akhirnya harus menghadapi lemparan batu, petasan, hingga aksi nekat massa yang mencoba menaiki kendaraan water cannon.

Polda Sumut menurunkan kekuatan penuh: 2 SSK Dit Samapta (200 personel), 2 SSK Brimob (200 personel), ditambah Reserse dan Intel.

Polrestabes Medan ikut mengirim 380 personel. Mereka membentuk barikade lengkap dengan tameng dan perlengkapan anti huru-hara. Sayangnya, pendekatan persuasif tidak cukup untuk meredam amarah massa.

Akibat bentrokan itu, sejumlah personel polisi harus dilarikan ke rumah sakit. Dari Polda Sumut, tiga anggota Dit Samapta jadi korban:

 

Bripda Rio William Rapmagabe Silalahi, cedera tangan kiri akibat tertimpa massa.

Bripda Rikoanan, cedera kaki dan kepala setelah pintu gerbang roboh dan sempat dikeroyok.

Bripda Royanto Hutasoit, luka robek di kepala dekat telinga, sampai harus dijahit.

 

Sementara dari Polrestabes Medan, korban luka meliputi Ipda Hesti Hutajulu (terjatuh ke arah ban terbakar), Brigadir Anwar (luka di dengkul akibat lemparan batu), dan Bripda Daniel Silitonga (luka di pipi terkena bambu).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan memastikan semua personel yang terluka sudah mendapat perawatan medis.

“Polri tetap menjamin kebebasan berpendapat, tapi aksi anarkis tidak bisa ditolerir karena membahayakan masyarakat maupun petugas,” tegasnya.

Untuk sementara, situasi di sekitar Gedung DPRD Sumut sudah berangsur kondusif.

Aparat masih berjaga, berjaga-jaga kalau ada ronde kedua. Soalnya, kalau sudah urusan demo dan tuntutan soal uang, siapa pun tahu: tensinya bisa lebih panas dari kopi tubruk baru diseduh.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *