Blitar Raya

Video Kekerasan Siswa di SMPN 3 Doko, Blitar, Gegerkan Warganet dan Picu Reaksi Dinas Pendidikan

671
×

Video Kekerasan Siswa di SMPN 3 Doko, Blitar, Gegerkan Warganet dan Picu Reaksi Dinas Pendidikan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Sebuah video berdurasi hampir satu menit yang menampilkan aksi kekerasan terhadap seorang siswa berseragam SMP menghebohkan masyarakat Kabupaten Blitar. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang siswa menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja seusianya. Diduga, peristiwa memilukan ini terjadi di lingkungan sebuah SMP Negeri yang berlokasi di Kecamatan Doko.

Dalam potongan video yang tersebar luas di media sosial, korban terlihat tak berdaya saat menerima tendangan, pukulan, hingga cacian dari para pelaku. Ironisnya, belasan siswa lain tampak hanya menonton di sekitar lokasi kejadian tanpa menunjukkan upaya apapun untuk menghentikan aksi kekerasan tersebut.

Kejadian ini menggambarkan potret suram dunia pendidikan, di mana empati dan kepedulian antarsiswa tampak kian memudar.

Menanggapi viralnya video ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan investigasi.

“Kami langsung menindaklanjuti begitu mendapatkan laporan. Tim sudah kami kirim ke lapangan untuk menggali fakta-fakta dan memastikan penanganan sesuai prosedur,” ujar Adi dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Menurut Adi, seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut telah dikumpulkan di rumah korban untuk dilakukan mediasi. Proses ini dihadiri oleh orang tua masing-masing siswa, perangkat desa, serta anggota Babinsa. “Langkah awal ini penting untuk meredakan ketegangan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak sekolah juga akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah akan terus diperkuat, termasuk dengan mengintensifkan program pendidikan karakter dan pengawasan perilaku siswa.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan dan seluruh elemen masyarakat bahwa kekerasan, dalam bentuk apapun, tidak boleh ditoleransi—terlebih di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik.(Didik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *