Praktik amoral Kadus tersebut disebutkan terjadi semasa korban masih duduk di bangku Kelas 2. Kadus tersebut disebut – sebut secara berulang disetiap kesempatan yang didapatnya, menjamah organ intim korban. Tindakan amoral yang sebelumnya sempat ditutupi itu, namun akhirnya terkuak dan bahkan sudah menjadi bahan pembicaraan hangat di tengah – tengah warga Desa Mekar Sari.
Semua informasi miring dua pejabat Desa Mekar Sari yang viral di media sosial dan saat ini jadi bahan pembicaraan hangat d itengah – tengah warga itu dibantah Kades EW, saat bertemu teritorial24.com di Cafe Histori, Jalan Siguragura, Desa Orika, Kecamatan Pulau Rakyat. EW mengatakan bahwa informasi tentang mereka itu sama sekali tidak benar dan mengada–ada.
“Enggak ada itu bang, enggak benar dan mengada– ada,” ujar EW kepada wartawan termasuk teritorial24.com sembari mengatakan agar orang yang mengungkap kedua permasalahan itu untuk membuktikannya.
Sementara Kadus TKM hingga berita ini dilansir belum berhasil dihubungi wartawan. (gan)












