TERITORIAL24.COM, BLITAR — Bau menyengat yang berasal dari aliran Kali Bacin dan Kali Tempur di wilayah Pakunden akhirnya mendapat perhatian serius dari Wali Kota Blitar, Mas Santoso (Mas Ibin).
Tidak hanya menunggu laporan di meja kerja, Mas Ibin memilih turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya.
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa sumber pencemaran berasal dari limbah rumah tangga dan industri kecil, terutama pabrik tahu yang masih membuang limbah cair tanpa proses pengolahan ke sungai.
Kondisi ini menyebabkan bau tidak sedap yang semakin terasa saat musim kemarau dan telah lama dikeluhkan warga sekitar.
“Kami tidak ingin persoalan ini terus dibiarkan. Pemkot Blitar akan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memulihkan kondisi lingkungan serta mencegah pencemaran di wilayah lain,” ujar Mas Ibin di lokasi.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Blitar akan melakukan pendataan ulang terhadap pelaku usaha serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Rencana ini akan dimasukkan ke dalam program kerja Pemkot Blitar tahun mendatang agar penanganannya lebih terarah dan berkelanjutan.
Mas Ibin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Menjaga sungai tetap bersih adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin semua pihak terlibat aktif,” tambahnya.
Warga Pakunden menyambut baik langkah cepat tersebut dan berharap upaya nyata segera dilakukan agar mereka dapat terbebas dari bau menyengat yang telah lama mengganggu.
Kehadiran langsung Mas Ibin di lokasi menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya diwujudkan lewat kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan.(ADV/didik)












