Kota Medan

Wali Kota Medan Apresiasi Kinerja Polrestabes, 526 Kasus Narkoba Diungkap dalam 100 Hari

157
×

Wali Kota Medan Apresiasi Kinerja Polrestabes, 526 Kasus Narkoba Diungkap dalam 100 Hari

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kinerja Polrestabes Medan dalam 100 hari terakhir terkait pemberantasan tindak pidana narkotika.

Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri konferensi pers di Markas Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Sabtu (21/2/2026).

“Atas nama Pemko Medan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Berbagai kasus berhasil diungkap. Ini kerja nyata yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” kata Rico.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak memaparkan hasil pengungkapan kasus narkoba selama 100 hari.

Ia menyebutkan, jajarannya berhasil mengungkap 526 kasus dengan 718 tersangka.

“Selama 100 hari ada 526 kasus tindak pidana narkoba yang berhasil diungkap dengan 718 tersangka,” ujar Jean Calvijn.

Adapun barang bukti yang disita meliputi sabu, ganja, pil ekstasi, pil Happy Five, cairan liquid vape yang mengandung narkotika, serta ratusan botol minuman beralkohol. Barang bukti tersebut turut ditampilkan dalam konferensi pers.

Rico menyoroti temuan narkotika jenis baru yang dikemas dalam bentuk liquid vape. Menurut dia, kemasan yang menyerupai produk umum itu berpotensi membahayakan generasi muda.

“Ini sangat berbahaya. Dampaknya merusak fisik, mental, dan masa depan generasi muda. Ini menjadi atensi khusus bagi kami,” ujarnya.

Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, terutama dalam merespons laporan warga.

Pemerintah Kota Medan, kata dia, akan terus memperkuat sinergi bersama aparat penegak hukum, termasuk dalam pengawasan tempat hiburan malam.

“Jika ada pelanggaran tentu akan ditindak. Pengawasan ini akan terus kami lakukan bersama,” kata Rico.

Rico juga memaparkan situasi keamanan Kota Medan yang menunjukkan tren penurunan pada angka kejahatan jalanan kategori 3C (curat, curas, dan curanmor). Jumlah laporan tercatat turun 14 persen, dari 1.805 laporan menjadi 1.545 laporan.

Menurut dia, penurunan tersebut menjadi indikator stabilitas keamanan yang semakin terjaga berkat kerja sama pemerintah, aparat, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *