TERITORIAL24.COM, Simalungun– Pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara terus dikebut untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung sektor pariwisata.
Salah satu proyek yang sangat dinantikan adalah ruas Tol Pematang Siantar – Parapat, yang akan menjadi akses cepat menuju destinasi super prioritas (DSP) Danau Toba.
Proyek ini merupakan bagian dari ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (KUTEPAT) yang dirancang untuk memangkas waktu tempuh secara signifikan.
Saat ini, perjalanan dari Medan ke Parapat melalui jalur nasional membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Namun, dengan keberadaan tol ini, waktu tempuh akan berkurang menjadi hanya 1,5 hingga 2 jam.
Kecepatan akses ini tentu akan memberikan dampak positif, baik bagi wisatawan maupun sektor logistik di kawasan Danau Toba.
Hal yang paling menarik dari proyek Tol Pematang Siantar – Parapat adalah keberadaan dua terowongan yang akan menjadi ikon baru jalur ini.
Terowongan tersebut akan melintasi perbukitan di sekitar Danau Toba, menawarkan pemandangan spektakuler yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.
Jika rampung, tol ini berpotensi menjadi jalur tol terindah di Indonesia, mengingat lanskap Danau Toba yang memukau.
Selain mempercepat perjalanan, keberadaan tol dengan terowongan ini juga akan menjadi daya tarik wisata tersendiri.
Wisatawan yang menuju Parapat atau Pulau Samosir akan disuguhi pengalaman berkendara yang unik, melewati terowongan yang menyatu dengan keindahan alam Sumatera Utara.
Tol Pematang Siantar – Parapat memiliki panjang sekitar 39 km, yang terbagi menjadi dua seksi utama:
1. Seksi Pematang Siantar – Saribudolok (22,3 km)
2. Seksi Saribudolok – Parapat (16,7 km)
Saat ini, pembangunan ruas tol ini masih dalam tahap perencanaan desain dan pembebasan lahan.
Pemerintah menargetkan proyek ini dapat segera terealisasi sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.
Namun, proses pembangunannya cukup kompleks karena medan yang berbukit serta kebutuhan konstruksi terowongan.












