Deli Serdang - Serdang Bedagai

Zikir & Tabligh Akbar Harlah ke-53, Momentum Kebangkitan PPP

328
×

Zikir & Tabligh Akbar Harlah ke-53, Momentum Kebangkitan PPP

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, LUBUK PAKAM – Di usia ke-53 tahun, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah semakin dewasa dan matang dalam kancah perpolitikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Deli Serdang. Meski pun tidak menutup mata, masih tetap ada kekurangan.

“Dengan zikir dan tabligh akbar ini, semoga Allah ijabah, Allah bantu PPP di Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 nanti,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Deli Serdang, Dr Misnan Aljawi SH MH dalam pidatonya, pada Zikir dan Tabligh Akbar Harlah ke-53 PPP di Kantor DPC PPP Deli Serdang, Minggu (11/1/2026).

Di acara yang mengusung tema, “Merawat Persatuan, Meneguhkan Perjuangan Umat” itu, Dr Misnan yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Deli Serdang ini juga menyinggung tentang bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), beberapa waktu lalu.

Dr Misnan mendoakan, agar para korban dan daerah yang terkena bencana segera bangkit dan pulih.

Lebih jauh dikemukakan Dr Misnan Aljawi yang merupakan anggota DPRD Deli Serdang tiga periode ini, pelaksanaan zikir dan tabligh akbar menjadi sarana untuk memperkokoh dan mempererat silaturahmi, agar PPP bisa kembali bangkit.

“Jika selama ini belum pernah memilih Ka’bah, minimal sekali seumur hidup bisa memilih Ka’bah. Mudah-mudahan di 2029 nanti, kita semua bisa memilih Ka’bah. Sebab, Rasulullullah dalam haditsnya mengatakan, ada lima hal yang kita pandang saja sudah bernilai ibadah, salah satunya adalah Ka’bah,” jelas Dr Misnan disambut tepuk tangan para jemaah yang hadir.

“Setidaknya, di 2029 nanti, bisa memilih Ka’bah. PPP bisa memperoleh lima atau enam kursi,” ajak Dr Misnan.

 

DR MISNAN: ANGGOTA DEWAN, CAMAT, KEPALA DESA MENINGGAL BANYAK BISA MENGGANTIKAN

 

Di kesempatan itu, Dr Misnan sempat menjelaskan, zikir dan tabligh akbar yang digelar dirangkai dengan pemberian santunan kepada 66 bilal mayit dan penggali kubur.

“Bilal mayit sampai sekarang masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah, padahal bilal mayit ini bukan pekerjaan gampang. Bila anggota dewan meninggal, banyak yang bisa menggantikan. Kalau camat, kepala desa meninggal, banyak juga yang bisa menggantikan. Tapi kalau bilal mayit meninggal, belum tentu langsung ada penggantinya,” ungkap Dr Misnan Aljawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *