Melalui simulasi tersebut, para penyuluh dapat mengenal langsung fitur dan mekanisme pembelajaran digital yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk menunjang tugas pendampingan di lapangan.
Selain HPS Indonesia, CropLife Indonesia turut hadir memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas penyuluh melalui kolaborasi strategis dalam program Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF).
Kolaborasi tersebut salah satunya diarahkan untuk memperluas edukasi mengenai penggunaan pestisida secara aman dan bertanggung jawab.
Materi yang menjadi perhatian meliputi keterampilan membaca label produk pestisida serta pemahaman prinsip 6 Tepat dalam penggunaannya.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan penyuluh dalam memberikan rekomendasi penggunaan pestisida yang tepat kepada petani.
Pengetahuan Digital Harus Sampai ke Petani
Pemanfaatan e-learning diharapkan menjadi sarana pendukung bagi penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa terbatas ruang dan waktu.
Materi pembelajaran yang tersedia secara digital juga dapat dipelajari kembali sesuai kebutuhan.
Namun, keberhasilan pemanfaatan teknologi tersebut tidak hanya diukur dari kemampuan penyuluh mengakses platform, melainkan sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada kelompok tani dan diterapkan dalam kegiatan budidaya.
Melalui penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi berbagai pihak, Kabupaten Brebes diharapkan mampu mendorong penyuluhan pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pada akhirnya, inovasi pembelajaran digital ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendampingan petani, mendorong praktik pertanian yang lebih baik, serta mendukung pembangunan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.(MTB)












