Asahan - Tanjungbalai

128 Cakades Di Asahan Deklarasi Pilkades Damai

42
×

128 Cakades Di Asahan Deklarasi Pilkades Damai

Sebarkan artikel ini
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi disaksikan Forkopimda menandatangani Nota Kesepakatan Pilakades Damai dalam deklarasi yang digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (1/9/2026).(gan).

Di kesempatan yang sama Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudhita SH, SIK, M.Sc.IT dalam arahannya mengajak seluruh cakades untuk memiliki kesiapan dalam menghadapi hasil Pilkades, baik menang maupun kalah dalam kontestasi.

Mereka diminta dapat menunjukkan sikap kesatria dengan tetap merangkul pihak yang kalah dan mendukung calon yang memperoleh kemenangan.

Kapolres mengharapkan, mereka mampu menjaga dan mengendalikan simpatisan masing-masing agar tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu juga diminta jadi peneduh di tengah masyarakat, menjauhi isu SARA, tidak melakukan kampanye hitam (black campaign), serta tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks.

Sedang untuk Panitia Pelaksana, Kapolres menekankan pentingnya mengedepankan netralitas sehingga seluruh proses Pilkades dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar.

Sementara, Dandim 0208 Asahan Letkol Inf Edy Syahputra SH, MIP dalam arahannya dikesempatan itu menekankan makna Deklarasi Damai berslogan “Pilihan Boleh Beda, Tetap Bersaudara” serta semboyan “SIAGAM” (Partisipasi Asahan Gembira, Aman Memilih).

Slogan dan semboyan itu diharapkan menjadi semangat bersama untuk mengajak seluruh cakades, tim pendukung dan masyarakat tetap menjaga persatuan serta persaudaraan meskipun memiliki pilihan yang berbeda.

Selain itu juga mengajak cakades untuk bersama – sama menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Sedang Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi dalam arahannya mengungkapkan bahwa Pilkades merupakan salah satu wujud pelaksanaan demokrasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat desa.

Karena dalam pesta demokrasi tingkat desa itu, masyarakat diberikan kesempatan untuk menentukan pemimpin yang diharapkan mampu membawa desanya menjadi lebih mandiri, maju, sejahtera, dan bermartabat.

Taufik menambahkan, bahwa pelaksanaan Pilkades membutuhkan kedewasaan, kesadaran, dan tanggung jawab seluruh pihak agar seluruh proses demokrasi dapat berjalan dalam suasana aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *