Berita Utama

30 Ribu Pelanggan Gunakan Kereta Api di Sumut Selama Libur Panjang

45
×

30 Ribu Pelanggan Gunakan Kereta Api di Sumut Selama Libur Panjang

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api tetap tinggi selama periode libur panjang (long weekend) Kenaikan Yesus Kristus, 14–17 Mei 2026. Selama empat hari tersebut, sebanyak 30.478 pelanggan tercatat memanfaatkan layanan komuter dan antarkota di wilayah tersebut.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa hari terakhir libur panjang, Minggu (17/5), dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Sumatera Utara untuk kembali ke kota asal.

“Hari ini menjadi puncak arus balik libur panjang. Masyarakat menggunakannya untuk kembali beraktivitas setelah menghabiskan akhir pekan, baik untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman maupun berlibur,” ujar Anwar.

Berdasarkan data terkini hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 8.055 tiket telah terjual untuk keberangkatan hari Minggu (17/5), jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring masih tersedianya tiket untuk beberapa jadwal keberangkatan sore dan malam hari.

Selama periode libur panjang ini, KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai (PP) menjadi primadona dengan volume penumpang tertinggi, mencapai 14.865 pelanggan.

Tingginya minat masyarakat pada layanan ini didorong oleh masifnya mobilitas menuju sejumlah wilayah di pantai timur Sumatera Utara, seperti Tebing Tinggi, Kisaran, hingga Tanjungbalai.

Anwar menambahkan, tingginya angka keterisian ini membuktikan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antarkota.

Selain menawarkan ketepatan waktu dan konektivitas yang luas, efisiensi harga tiket kereta api juga dinilai menjadi stimulus penting dalam menggerakkan mobilitas masyarakat yang pada gilirannya ikut mendongkrak denyut perekonomian di Sumatera Utara.

“Dengan tarif yang terjangkau dan efisien, aksesibilitas masyarakat antardesa dan antarkota menjadi lebih mudah. Hal ini tidak hanya memfasilitasi pergerakan orang, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata lokal dan sektor riil di sekitar stasiun,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *