Letak giografis itu menjadikan wilayah pesisir antai Asahan rawan terhadap penyelundupan manusia, pemalsuan dokumen, hingga praktik percaloan tenaga kerja ilegal.
Karenanya, melalui Desa Binaan Imigrasi, aparatur desa tidah hanya didorong untuk lebih aktif melindungi warganya, juga mensosialisasikan pentingnya dokumen resmi kewarganegaraan.
Selain itu juga memastikan proses keberangkatan tenaga kerja ke luar negeri dilakukan lewat jalur legal untuk menghindari terjadinya praktik eksploitasi terhadap masyarakat.(gan)












