Sumatera Utara

64 Lulusan IPDN Terima SK CPNS, Sekdaprov Sumut: Jangan Cuma Rajin Absen, Bangun Networking Juga

242
×

64 Lulusan IPDN Terima SK CPNS, Sekdaprov Sumut: Jangan Cuma Rajin Absen, Bangun Networking Juga

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Sebanyak 64 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) resmi menerima Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

SK diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Kamis (4/9/2025).

Dalam arahannya, Togap menekankan tiga kunci sukses jadi abdi negara: disiplin, terus belajar, dan jangan lupa bangun networking.

Menurutnya, zaman sekarang jabatan enggak melulu menunggu usia tua. “Dulu ada yang bilang, harus tua dulu baru bisa Eselon II. Itu zaman dulu. Sekarang, siapa yang rajin, tekun, dan catat kredit dengan baik, bisa lebih cepat naik pangkat,” jelasnya.

Togap memberi bocoran, ASN rajin biasanya bisa naik pangkat rata-rata tiap dua tahun sekali. “Bayangkan kalau setiap dua tahun naik, itu luar biasa. Tapi ya kuncinya rajin, bukan cuma rajin absen,” tambahnya, setengah bercanda.

Ia juga menyoroti pentingnya pengalaman internasional. Togap menyarankan para CPNS muda ini untuk mencoba beasiswa ke luar negeri demi memperluas wawasan. “Saya tujuh kali coba, baru dapat beasiswa. Jadi jangan cepat menyerah. Saya pernah dapat ke Belanda dan Australia. Jadi, jangan malu untuk mencoba,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Sumut, Sutan Tolang Lubis, menjelaskan, dari 64 CPNS lulusan IPDN, enam orang ditempatkan di Pemprov Sumut, tujuh orang di Kemendagri, sisanya tersebar ke 33 kabupaten/kota di Sumut.

“Empat tahun sudah ditempa di IPDN, sekarang saatnya adik-adik membuktikan diri. Sesuaikan diri dengan tempat tugas masing-masing, dan dukung visi-misi gubernur serta wakil gubernur Sumut,” ujar Sutan.

Dengan kata lain, 64 anak muda birokrat ini kini bersiap memasuki dunia nyata birokrasi: bukan lagi urusan apel pagi atau baris-berbaris, tapi kerja lapangan, laporan, dan—sesuai pesan Sekda—networking yang lebih luas dari sekadar grup WhatsApp kantor.(Anggi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *