Tebing Tinggi - Batu Bara

65 Pasangan Suami Istri Ikuti Seminar Keluarga Harmoni di Batu Bara, Coach UHa: Membangun Keluarga Butuh Ilmu dan Komitmen

257
×

65 Pasangan Suami Istri Ikuti Seminar Keluarga Harmoni di Batu Bara, Coach UHa: Membangun Keluarga Butuh Ilmu dan Komitmen

Sebarkan artikel ini

Digelar Gratis di Markaz Dakwah Indrapura, Seminar Ini Menjadi Wujud Khidmat Coach UHa Ahmad Hadian Kardiadinata kepada Umat dan Peradaban

Coach UHa Ahmad Hadian Kardiadinata saat menyampaikan materi Seminar Keluarga Harmoni di Aula Markaz Dakwah Indrapura, Batu Bara, Ahad (18/10/2026)(foto:Ist)

BATU BARA | TERITORIAL24.COM – Sebanyak 65 pasangan suami istri mengikuti Seminar Keluarga Harmoni yang digelar di Aula Markaz Dakwah Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Ahad (18/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Coach UHa Ahmad Hadian Kardiadinata sebagai narasumber untuk mengajak para peserta belajar bersama tentang bagaimana membangun keluarga sakinah, menumbuhkan mawaddah, dan merawat rahmah dalam kehidupan rumah tangga.

Seminar ini menjadi ruang pembelajaran bagi pasangan suami istri untuk memperkuat fondasi keluarga, membangun komunikasi yang sehat, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga berdasarkan nilai-nilai Islam.

Menariknya, kegiatan ini diselenggarakan secara gratis. Coach UHa tidak hanya memberikan materi tanpa biaya, tetapi juga memfasilitasi kebutuhan akomodasi secara penuh dengan biaya pribadi.

Inisiatif tersebut merupakan bentuk khidmat atau pengabdian kepada umat dan peradaban, khususnya melalui penguatan institusi keluarga.

Coach UHa: Keluarga Harmonis Membutuhkan Ilmu dan Komitmen

Dalam kehidupan rumah tangga, sakinah, mawaddah, dan rahmah bukan sekadar ungkapan yang sering didengar, melainkan nilai-nilai yang perlu diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan komitmen suami istri dalam menjalani kehidupan bersama.

“Membangun keluarga sakinah, menumbuhkan mawaddah, dan merawat rahmah bukanlah proses yang terjadi dengan sendirinya. Suami dan istri perlu terus belajar, saling memahami, memperbaiki komunikasi, serta berkomitmen untuk tumbuh bersama dalam menghadapi setiap ujian rumah tangga,” ujar UHa Ahmad Hadian Kardiadinata.

Menurutnya, membangun keluarga harmonis membutuhkan kesediaan kedua belah pihak untuk saling memahami, menghargai perbedaan, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Keharmonisan tidak selalu berarti kehidupan tanpa persoalan, tetapi bagaimana suami dan istri menghadapi tantangan dengan kedewasaan, kasih sayang, dan semangat mencari solusi bersama.

Keluarga juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *