Tebing Tinggi - Batu Bara

Kabut Asap Makin Menyesakkan, HILMI-FPI, PPP-AD, dan SRIKANDI Turun ke Jalan Bagikan Masker di Tebing Tinggi

349
×

Kabut Asap Makin Menyesakkan, HILMI-FPI, PPP-AD, dan SRIKANDI Turun ke Jalan Bagikan Masker di Tebing Tinggi

Sebarkan artikel ini

Aksi sosial peduli kesehatan masyarakat, desak pemerintah bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran hutan

TEBING TINGGI | TERITORIAL24.COM– Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang semakin mengganggu pernapasan ditunjukkan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dan komunitas sosial di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Mereka turun langsung ke jalan membagikan masker kepada warga yang terdampak polusi udara, Minggu (19/10/2026).

Aksi sosial tersebut melibatkan Hilal Merah Indonesia (HILMI-FPI), PPP-AD, SRIKANDI PPP-AD, serta Komunitas Peduli Sosial.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keresahan masyarakat akibat kabut asap yang menyelimuti Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya.

Di tengah kondisi udara yang dinilai semakin mengkhawatirkan, para relawan memilih mengambil langkah nyata dengan membantu warga melindungi diri dari paparan asap, sekaligus menyuarakan desakan agar pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Sebelum melaksanakan aksi, para peserta berkumpul di depan Masjid Raya Kota Tebing Tinggi untuk menerima arahan dan memanjatkan doa.

Setelah itu, mereka bergerak ke sejumlah titik strategis, termasuk persimpangan jalan dan kawasan yang ramai dilalui masyarakat.

Masker dibagikan kepada berbagai kelompok warga, mulai dari pedagang, pejalan kaki, pengemudi becak, sopir, hingga masyarakat yang melintas di jalan raya.

Kegiatan tersebut menjadi wujud solidaritas sosial sekaligus pengingat bahwa persoalan kabut asap bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan juga menyangkut kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat.

Koordinator kegiatan, Muslim Istiqomah, S.SQ., C.TP., menyampaikan kecaman terhadap tindakan pembakaran hutan yang menyebabkan dampak buruk bagi masyarakat luas.

“Kami sangat mengecam para pelaku pembakaran hutan yang mengakibatkan dampak buruk bagi banyak orang. Jangan melakukan perbuatan yang menimbulkan mudarat bagi masyarakat. Itu merupakan bentuk kezaliman terhadap sesama,” tegasnya kepada awak media.

Ia menilai dampak kabut asap tidak mengenal batas wilayah. Selain mengganggu aktivitas masyarakat di daerah terdampak, polusi asap juga berpotensi meluas hingga wilayah lain, bahkan negara tetangga, bergantung pada kondisi cuaca dan arah angin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *