Karena itu, ia meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bergerak cepat untuk mengusut penyebab kebakaran hutan dan lahan serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, kami berharap agar segera tanggap. Usut dan tangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan apabila terbukti melakukan kejahatan. Penegakan hukum harus dilakukan demi kebaikan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Selain membagikan masker, Muslim juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.
Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak ibadah dan doa agar kondisi segera membaik dan seluruh warga diberikan perlindungan oleh Allah SWT.
“Kepada masyarakat, mari kita jaga kesehatan dan lindungi diri serta keluarga. Gunakan masker yang sesuai, kurangi aktivitas di luar rumah ketika asap semakin pekat, dan perbanyak ibadah serta doa. Semoga Allah SWT memberikan kebaikan dan perlindungan kepada kita semua,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Muslim turut menyampaikan terima kasih kepada para donatur, sahabat, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi mendukung kegiatan sosial tersebut.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika warga menghadapi situasi yang berpotensi mengancam kesehatan dan kenyamanan hidup.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, sahabat, dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kita lakukan bersama demi kebaikan masyarakat,” tutupnya.
Aksi pembagian masker oleh HILMI-FPI, PPP-AD, SRIKANDI PPP-AD, dan Komunitas Peduli Sosial menjadi salah satu bentuk respons masyarakat terhadap kondisi kabut asap yang mengganggu aktivitas warga di Kota Tebing Tinggi.












