TERITORIAL24.COM, BLITAR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, memanfaatkan masa reses masa sidang II tahun 2025 dengan cara yang tak biasa.
Bertempat di Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Kamis siang (3/7/2025), Guntur tak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menggagas forum kolaborasi strategis antar elemen pembangunan desa.
Kegiatan yang diikuti oleh 120 peserta ini menghadirkan kepala desa, pengurus BUMDes, serta pengelola Koperasi Merah Putih dari empat kecamatan: Srengat, Sanankulon, Ponggok, dan Nglegok. Fokus utama pertemuan adalah memperkuat sinergi dalam membangun kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.
“Kita kumpulkan semua elemen dalam satu forum agar ada kesamaan pandangan dan tidak terjadi tumpang tindih kebijakan. Kolaborasi ini penting agar potensi desa bisa dimaksimalkan,” tegas Guntur dalam sambutannya.
Guntur yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menekankan pentingnya menjadikan koperasi dan BUMDes sebagai garda terdepan penggerak ekonomi rakyat.
Ia menyebut Koperasi Merah Putih sebagai contoh model kelembagaan ekonomi rakyat yang perlu dikembangkan secara profesional dan partisipatif.
“Koperasi harus menjadi tempat warga berdaya. Tidak cukup hanya berdiri secara legal, tapi harus bisa memberi manfaat nyata bagi ekonomi keluarga,” ujarnya.
Tak hanya berhenti pada tataran konsep, Guntur juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program-program pemberdayaan desa, terutama di daerah pemilihannya, yakni Blitar dan Tulungagung.
Ia menegaskan bahwa peran legislatif bukan sekadar membuat aturan, tetapi juga memastikan program berjalan efektif di lapangan.
“Ini bukan sekadar agenda reses. Ini bagian dari kerja nyata untuk mendorong kesejahteraan desa. Kami di DPRD punya tanggung jawab moral untuk mengawal pelaksanaannya,” tambahnya.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat. Diskusi yang terbuka melahirkan berbagai masukan konstruktif, mulai dari optimalisasi aset desa hingga strategi memperkuat pasar bagi produk lokal.












