TERITORIAL24.COM,MEDAN – Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut), Usman Jakfar, mengungkapkan keprihatinannya atas masih ditemukannya persoalan dalam manajemen administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).
Menurutnya, hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Manajemen administrasi yang bermasalah tentu bisa berdampak buruk bagi tata kelola pemerintahan dan pelayanan yang tidak maksimal kepada masyarakat.”
”Masalah ini harus segera diatasi dengan serius,” ujar Usman Jakfar kepada Media, di Medan, Senin (7/7/2025).
Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan pernyataannya usai menerima paparan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam agenda rapat persiapan Kunjungan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 2 yang digelar di gedung DPRD Sumut pekan lalu.
Menurutnya, masih banyak ditemukan program-program yang sudah terlaksana namun tidak disertai dengan pelaporan yang jelas mengenai output dan outcome dari kegiatan tersebut.
Hal ini mencerminkan bahwa sistem manajemen administrasi belum berjalan dengan baik.
“Kita menemukan sejumlah program berjalan, tetapi tidak terlihat laporan yang menggambarkan apa hasil konkret dari kegiatan itu.”
”Ini menjadi catatan serius bagi kami karena bisa menghambat pelayanan publik,” tegas Usman.
Sebagai solusi, Usman Jakfar mendorong agar seluruh OPD di lingkungan Pemprovsu segera menerapkan standar International Organization for Standardization (ISO).
Penerapan ISO diyakininya dapat meningkatkan efisiensi kerja, mutu pelayanan, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Penerapan ISO sangat penting.”
”Standar ini akan membantu setiap OPD dalam bekerja secara terukur dan sistematis, serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Usman juga menyoroti bahwa sejumlah pemerintah daerah di luar Sumut telah lebih dulu menerapkan ISO dan merasakan manfaatnya.
ISO membantu pemerintah dalam memahami serta memenuhi ekspektasi masyarakat, meminimalisir pemborosan anggaran, dan mengoptimalkan proses kerja.












