Kota Medan

Sekolah Hampir Roboh di Ujung Kota, Wali Kota Medan Janji Perbaikan

249
×

Sekolah Hampir Roboh di Ujung Kota, Wali Kota Medan Janji Perbaikan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Sekolah Dasar Negeri 068009 di Kampung Nelayan Belawan, Medan, berdiri di ujung utara kota dengan kondisi fisik yang nyaris tak layak.

Atap dan lantai kayu yang keropos menjadi pemandangan sehari-hari bagi para siswa yang tetap bersemangat menimba ilmu. Setelah bertahun-tahun dibiarkan dalam kondisi tersebut, Pemerintah Kota Medan akhirnya menunjukkan respons.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengunjungi sekolah tersebut pada Senin (28/7/2025), didampingi anggota DPRD Medan Syaiful Bahri dan Muslim.

Untuk mencapai sekolah itu, rombongan harus menempuh jalur air dengan perahu motor, menyeberangi kawasan pesisir Belawan yang dihuni komunitas nelayan.

“Sekolah ini dibangun pada 1985. Sekarang, atap dan lantai kayunya sudah keropos,” kata Rico di hadapan awak media.

Ia mengaku prihatin atas kondisi sekolah yang disebutnya penuh siswa namun minim fasilitas.

Pantauan di lapangan memperlihatkan ruang kelas dengan papan lantai yang berlubang dan atap yang lapuk.

Tak ada perpustakaan memadai, ruang guru sempit, dan sistem drainase yang buruk.

Namun, meski dalam kondisi tersebut, jumlah siswa tercatat stabil dan ruang kelas nyaris selalu terisi penuh.

“Kita minta Dinas Pendidikan segera lakukan pengecekan dan renovasi menyeluruh,” ujar Rico.

Ia menyebut SDN 068009 sebagai prioritas perbaikan, mengingat perannya yang vital sebagai satu-satunya sekolah dasar negeri di kampung nelayan itu.

Kondisi sekolah ini mencerminkan kesenjangan infrastruktur pendidikan di kawasan pesisir. Meski Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjamin hak pendidikan dasar yang layak, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah yang tertinggal dari sisi fisik dan fasilitas.

Menurut data Dinas Pendidikan Kota Medan, dari 419 SD negeri di wilayah kota, sebagian besar bangunan yang dibangun sebelum tahun 2000 belum menjalani renovasi menyeluruh. (Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *