Blitar Raya

Warung Gratis Ndemangan Blitar: Dari Komunitas Ibu-Ibu Senam, Lahir Gerakan Kebaikan yang Menginspirasi

379
×

Warung Gratis Ndemangan Blitar: Dari Komunitas Ibu-Ibu Senam, Lahir Gerakan Kebaikan yang Menginspirasi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Siapa sangka, dari sebuah komunitas senam ibu-ibu di Kademangan, Kabupaten Blitar, lahir sebuah gerakan sosial yang begitu menyentuh.

Dengan semangat kebersamaan dan niat tulus untuk berbagi, mereka mendirikan Warung Gratis Ndemangan, sebuah warung makan unik yang menyajikan makanan tanpa memungut biaya sepeser pun.

Ide ini pertama kali dicetuskan oleh Anis, salah satu anggota senam, yang tergerak hatinya untuk berbagi dengan cara sederhana namun bermakna.

Gagasannya mendapat sambutan hangat dari anggota lain dan segera dibahas dalam musyawarah kelompok. Dari pertemuan tersebut, tercetus tekad bersama untuk mewujudkannya.

Warung Gratis Ndemangan, sebuah warung makan unik yang menyajikan makanan tanpa memungut biaya sepeser pun.

“Kami ingin membuktikan bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Dari yang sedikit pun bisa menjadi ladang kebaikan,” ujar Anis.

Warung ini pertama kali dibuka pada tahun 2021. Saat itu, sebanyak 20 orang ibu turut aktif menjalankan kegiatan. Seiring waktu, kini tersisa 10 orang yang masih konsisten menjalankan kegiatan ini setiap hari Jumat pagi mulai pukul 09.00 WIB hingga makanan habis.

Uniknya, konsep warung ini dibuat menyerupai warung makan biasa — namun seluruh menu yang disajikan bisa dinikmati secara cuma-cuma.

Endah, salah satu penggerak kegiatan, menuturkan bahwa pendanaan warung ini berasal dari donasi sukarela para anggota senam.

“Semua terlibat sesuai kemampuan. Ada yang membantu bahan, ada yang memasak, dan ada juga yang menyambut tamu yang datang,” jelasnya.

Saat ini, Warung Gratis Ndemangan belum memiliki tempat permanen dan masih menumpang di warung milik Pak Gendut, penjual nasi goreng setempat. Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat mereka.

Setiap pekan, mereka bergantian memasak dan menyajikan menu yang berbeda-beda, mulai dari nasi goreng, sayur-mayur, hingga jajanan tradisional.

“Kami yakin, tempat bukan kendala utama. Yang penting adalah niat baik dan konsistensi untuk terus berbagi,” tambah Anis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *