Sumatera Utara

Pemprov Sumut Serius Urus Sampah, Target 2026 TPS Terbuka Tamat Riwayat!

361
×

Pemprov Sumut Serius Urus Sampah, Target 2026 TPS Terbuka Tamat Riwayat!

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tampaknya mulai gerah dengan sistem pembuangan sampah model lama.

Lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut, mereka mendorong kabupaten/kota segera move on dari sistem tempat pembuangan sampah (TPS) terbuka menuju pengelolaan sampah tertutup alias Sanitary Landfill.

Targetnya? Tahun 2026, tak boleh ada lagi TPS model open dumping yang “buka-bukaan”.

Hal ini dibahas dalam rapat antara Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, dan Kepala Dinas LHK Sumut, Heri W Marpaung, bersama jajarannya.

Lokasinya di kantor Dinas LHK Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (6/8/2025).

“Ini jadi fokus bukan cuma provinsi, tapi juga seluruh kabupaten/kota. 2026 nanti, semua harus sudah pakai sistem Sanitary Landfill. Jadi nggak ada lagi yang buang sampah sembarangan. Harus rapi, tertutup, dan terkelola,” ujar Heri, semangat.

Sanitary Landfill ini bukan cuma istilah keren. Sistem ini mengharuskan sampah ditimbun di lahan khusus, dipadatkan, lalu ditutup tanah secara berkala. Jadi nggak ada lagi pemandangan TPS dengan sampah segunung plus aroma “menggoda” tiap lewat.

Selain urusan sampah, Dinas LHK Sumut juga tengah mempersiapkan pengisian jabatan kosong di beberapa Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH).

Tujuannya, menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan nggak jadi korban pengabaian birokrasi.

Sementara itu, Sekdaprov Togap Simangunsong menegaskan pentingnya semua perangkat Dinas LHK fokus pada program kerja gubernur dan wakil gubernur. Apalagi Sumut punya kawasan hutan yang luas, butuh perhatian ekstra, bukan cuma jadi latar foto Instagram pas camping.

“Saya minta kita tetap kompak. Gaji udah cukup, tinggal semangat dan kontribusi nyata yang perlu ditambah. Biar Sumut benar-benar bisa jadi provinsi yang Maju, Unggul, dan Berkelanjutan,” katanya.

Program ini juga diklaim sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto, yang memang concern sama urusan lingkungan dan tata kelola sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *