Peristiwa

Diduga Jatah Kurang Banyak Oknum LSM Bikin Aksi Unjuk Rasa di Sergai, Ternyata Tiap Sabtu Juga Ikut Ngutip

336
×

Diduga Jatah Kurang Banyak Oknum LSM Bikin Aksi Unjuk Rasa di Sergai, Ternyata Tiap Sabtu Juga Ikut Ngutip

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh oknum mengaku LSM di kawasan galian C bantaran Sei Ular, Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (7/8/2025), nyaris berujung kericuhan.

Ironisnya, dalang aksi tersebut justru dikenal rutin “ikut ngutip” tiap Sabtu di lokasi yang sama.

Oknum berinisial B (50), warga Desa Sukamandi, Lubuk Pakam, Deli Serdang, datang bersama sekitar 15 orang massa.

Aksi yang awalnya diklaim akan dihadiri ribuan orang itu nyatanya hanya menghasilkan kerumunan belasan warga, bahkan sebagian langsung balik kanan setelah mengetahui konteks persoalan.

Situasi sempat memanas ketika B bersitegang dengan Eka, pengelola lahan timbun di lokasi.

Eka, tanpa banyak basa-basi, menyebut bahwa B kerap datang untuk “minta bagian” dari hasil pasir dan tanah timbun.

“Abangnya ini tiap Sabtu datang minta bagian. Ini orang yang sering ngasihnya,” kata Eka sembari memanggil rekannya bermarga Ginting untuk mengonfirmasi.

Alih-alih membantah secara tegas, B justru mengajak Eka berbicara di luar areal pengamanan, menjauhi personel yang berjaga.

Tindakan yang justru makin memperkuat dugaan bahwa aksi ini bukan soal keadilan lingkungan, tapi urusan jatah yang tak sesuai harapan.

Menurut beberapa pekerja di lokasi, B dulunya dikenal sebagai orang kepercayaan salah satu pengusaha galian C di Deli Serdang.

Namun setelah “didepak”, ia malah bikin kisruh di Sergai. Salah satu warga bahkan nyeletuk, “Dia aja tiap minggu dapat jatah dari sini. Ribut kali mulutnya macam ember bocor. Udah gak laku di Deli Serdang, mainnya ke sini pula.”

Eka menegaskan, para pekerja di lokasi tidak pernah pilih kasih soal rezeki. Siapa pun yang datang, tetap kebagian meski tak seberapa.

“Kalau mereka nutup lokasi ini, yang susah pekerja. Mereka bukan cari kaya, cuma nyari makan dan biar anak bisa sekolah. Kalau mau besar untungnya, ya jadi pengusaha lah,” ujar Eka sambil tertawa ringan.

Kapolres Sergai melalui Kabag Ops Kompol Hendro Sutarno menyayangkan aksi yang terkesan membesar-besarkan isu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *