TERITORIAL24.COM, MEDAN – Ada yang berbeda di Kutalimbaru, Deli Serdang, pekan lalu. Diskotek Marcopolo, yang satu gedung dengan markas Ormas Grib Jaya Sumut, rata dengan tanah setelah didatangi tim gabungan Polda Sumut, TNI, Satpol PP, Kejaksaan, Bea Cukai, dan Pemprov Sumut. Nasib serupa juga dialami dua tempat hiburan malam lainnya, Blue Star dan Cafe Duku Indah.
Alasannya bukan sepele. Bangunan-bangunan itu disebut tak punya izin resmi dan ditengarai jadi sarang peredaran narkoba.
Proses pembongkaran pun tak berjalan mulus. Anggota ormas sempat mengadang alat berat, bahkan melempari petugas dengan batu. Tapi akhirnya gedung berwarna hijau itu ambruk juga setelah dieksekusi.
Sebelum dihancurkan, Gubernur Sumut Bobby Nasution, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto, serta sejumlah pejabat sempat masuk ke dalam gedung untuk mengecek kondisi. Bobby menegaskan, selain jadi lokasi transaksi narkoba, gedung itu sama sekali tak punya legalitas—baik IMB, PBG, apalagi izin hiburan malam.
“Semua izin tidak ada. Ditambah laporan masyarakat dan informasi dari Kapolda bahwa ada jual beli narkoba di dalam. Jadi eksekusi ini memang harus dilakukan,” kata Bobby, Kamis (14/8/2025).
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) juga ikut menyoroti. Lewat Satgas Pemberantasan Narkoba dan Premanisme, Staf Ahli Bidang Ideologi Konstitusi Kemenko Polhukam, Irjen Pol Desman Sujaya Tarigan, menyebut pihaknya baru saja rapat dengan Forkopimda, membahas langkah penindakan narkoba sekaligus ormas yang terafiliasi dengan premanisme.
“Kami apresiasi langkah Pemprov Sumut, Pangdam I Bukit Barisan, dan Kapolda Sumut yang melakukan penertiban tempat hiburan malam. Termasuk Marcopolo, Blue Star, dan Cafe Duku Indah,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).
Desman mengingatkan, data BNN menunjukkan sekitar 10,49 persen penduduk Sumut terdampak narkoba.
Kalau ditarik ke angka, jumlah pengguna bisa tembus 1,5 juta orang. Situasi yang disebutnya “rawan” dan jadi alasan Menko Polhukam Budi Gunawan mengutus jajarannya turun langsung ke Sumut.












