Nasional

Kehangatan di Tengah Duka: Prajurit Yonif 511/DY Hadir Temani Warga Papua Lepas Sosok Panutan

420
×

Kehangatan di Tengah Duka: Prajurit Yonif 511/DY Hadir Temani Warga Papua Lepas Sosok Panutan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, Lanny Jaya, Papua Tengah — Suasana haru menyelimuti warga Desa Numbukkawi, Distrik Malagai, pada Senin pagi (25/8/2025), setelah kabar duka menyebar: Erson Weya, tokoh masyarakat yang dihormati, telah berpulang di usia 64 tahun akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Sosoknya dikenal luas sebagai pribadi yang religius, bijaksana, dan mampu merangkul semua kalangan. Ia menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi tempat bernaung bagi banyak orang.

Almarhum meninggalkan dua istri, tujuh anak, serta sebelas cucu yang menjadi penerus nilai-nilai kehidupan yang telah ia tanamkan.

Di tengah suasana duka itu, kehadiran prajurit Satgas Yonif 511/DY Pos Malagai, yang dipimpin oleh Lettu Inf Sena Nurjabbar, S.Tr. Han, membawa secercah kehangatan. Para prajurit ikut serta dalam prosesi kremasi, berdoa bersama warga, serta menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan pokok seperti beras, mie instan, gula, dan kopi kepada keluarga yang ditinggalkan.

Perwakilan keluarga almarhum, Gambir Weya, menyampaikan rasa terima kasihnya secara tulus.

“Kinaonak oo wa wa Tong, terima kasih banyak kepada Bapak Danyon 511, Bapak Danki, dan seluruh anggota yang sudah hadir serta membantu kami dalam acara duka ini. Bantuan kopi, beras, gula, dan mie sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Lettu Inf Sena Nurjabbar menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga untuk merawat nilai-nilai kebersamaan dengan masyarakat.

“Kami datang sebagai saudara, untuk berbagi rasa suka dan duka. Semoga kehadiran kami bisa memberi kekuatan bagi keluarga yang berduka, serta semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat Papua,” ujarnya.

Kehadiran prajurit TNI dalam momen duka ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kemanusiaan tetap menjadi pondasi dalam tugas mereka.

Di tanah Papua yang kaya akan nilai persaudaraan, kedekatan seperti ini adalah cerminan dari harapan dan kedamaian yang terus tumbuh, bahkan di tengah kesedihan.(didik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *