Nasional

KEBERATAN KERAS! Transparansi Penanganan DPO Narkoba Dipertanyakan,Sekda AKPERSI SUMUT Sampaikan Kritik Tajam

49
×

KEBERATAN KERAS! Transparansi Penanganan DPO Narkoba Dipertanyakan,Sekda AKPERSI SUMUT Sampaikan Kritik Tajam

Sebarkan artikel ini

Keterbukaan informasi penting agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga

TERITORIAL24.COM,ACEH TENGGARANG –  Penanganan perkara narkotika di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara kembali menjadi perhatian publik.

Kali ini, sorotan muncul terkait keterbukaan informasi mengenai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus narkoba yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya tersampaikan kepada masyarakat.

Perhatian tersebut mencuat setelah awak media Jurnalis.Online melakukan konfirmasi kepada Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tenggara, Hengki, pada Selasa (5/5/2026), terkait jumlah maupun identitas DPO narkotika yang masih belum diamankan.

Dalam keterangannya, Kasat Narkoba menyampaikan bahwa tidak seluruh DPO dapat dipublikasikan kepada masyarakat.

“Tidak semua bisa dipublis, ada orang-orang tertentu. Kecuali kasus pembunuhan,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan beragam respons dari kalangan masyarakat dan pegiat sosial yang menilai bahwa transparansi informasi menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan narkotika.

AKPERSI SUMUT melalui Sekda menyampaikan kritik yang tegas namun tetap dalam koridor konstruktif.

Ia menilai keterbukaan informasi kepada publik diperlukan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

“Masyarakat tentu berharap penanganan kasus narkoba dilakukan secara serius, profesional, dan terbuka. Transparansi bukan untuk mengganggu proses hukum, tetapi untuk memastikan adanya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, komunikasi yang terbuka dinilai menjadi faktor penting agar masyarakat merasa dilibatkan dalam upaya melawan peredaran narkoba.

Menurutnya, publik tidak bermaksud mencampuri proses penyidikan, namun berharap ada kejelasan terkait langkah-langkah penanganan terhadap para pihak yang masih masuk dalam daftar pencarian.

“Ketika masyarakat bertanya soal perkembangan DPO narkoba, itu menunjukkan adanya kepedulian terhadap situasi daerah. Ini seharusnya menjadi energi bersama untuk memperkuat perang terhadap narkotika,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *