TERITORIAL24.COM, JAKARTA –Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI tahun 2025.Acara ini menjadi titik awal perjuangan kepengurusan PKS periode 2025–2030.
Munas PKS ini berlangsung di Jakarta dengan mengusung tema “Kokoh Bersama, Majukan Indonesia”.
Kegiatan Munas VI dihadiri lebih dari seribu peserta dari berbagai unsur kepengurusan partai.
Hadir di antaranya DPP, MPP, DSP, Fraksi PKS DPR RI dan MPR RI, serta DPTW dan DPD dari seluruh Indonesia.
Kehadiran ini menandai konsolidasi besar PKS dalam menyongsong agenda lima tahun ke depan.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa tema Munas bukan hanya slogan.
Menurutnya, “Kokoh Bersama, Majukan Indonesia” adalah ruh perjuangan yang akan menjadi panduan partai.
PKS ingin menghadirkan kader yang bersih, peduli, profesional, dan berjiwa negarawan.
Lebih lanjut, Kholid menjelaskan makna kata “Kokoh” sebagai simbol soliditas internal partai.
“Bersama” berarti perjuangan kolektif yang melibatkan kader, simpatisan, masyarakat sipil, hingga lintas generasi.
Sedangkan “Majukan Indonesia” menegaskan komitmen PKS terhadap pembangunan nasional.
Dalam pidatonya, Kholid juga mengutip pesan dari almarhum pendiri PKS, K.H. Hilmi Aminuddin.
Hilmi pernah menekankan bahwa partai ini bukan milik segelintir orang, melainkan milik umat dan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa kekuatan PKS lahir dari kebersamaan, kesungguhan, dan pengorbanan.
Munas VI PKS diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi politik partai ke depan.
PKS ingin memastikan perannya dalam menjawab tantangan kebangsaan lima tahun mendatang.
Dengan semangat persatuan, partai optimistis mampu berkontribusi nyata untuk rakyat Indonesia.***












