Blitar Raya

Pemerintah Desa Sukorejo Gencar Cegah TBC dan Narkoba Lewat Penyuluhan Rutin, Gandeng UPT Puskesmas Wates Blitar

368
×

Pemerintah Desa Sukorejo Gencar Cegah TBC dan Narkoba Lewat Penyuluhan Rutin, Gandeng UPT Puskesmas Wates Blitar

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Desa Sukorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar terus mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pencegahan penyakit menular dan penyalahgunaan narkoba.

Salah satu upaya nyata dilakukan dengan menggelar penyuluhan terpadu yang menghadirkan narasumber dari UPT Puskesmas Kecamatan Wates.

Kegiatan ini menyasar kader posyandu, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat sebagai agen perubahan di lingkungan mereka.

Sekretaris Desa Sukorejo, Senu Nurhadi, menjelaskan bahwa program penyuluhan ini merupakan kegiatan prioritas yang dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun sebagai bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah desa dalam menekan angka penyebaran TBC serta mencegah masuknya pengaruh narkoba ke desa.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memastikan masyarakat tidak hanya tahu tentang bahaya TBC dan narkoba, tetapi juga paham bagaimana cara mencegah dan menanggulanginya. Dana Desa memang kami arahkan untuk mendanai kegiatan-kegiatan yang langsung berdampak pada kesejahteraan dan kesehatan warga,” terang Senu.

Narasumber dalam kegiatan tersebut, Septi Wulan Rarasari dari UPT Puskesmas Wates, mengingatkan bahwa TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia.

Ia menegaskan bahwa TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, terutama paru-paru, dan bahkan bisa menyerang tulang belakang, otak, kulit, jantung, hingga kelenjar getah bening.

“Penyakit ini menular lewat udara, dan yang terinfeksi sering tidak sadar bahwa dirinya sakit hingga stadium lanjut. TBC dapat dicegah dan disembuhkan, asalkan terdeteksi sejak dini dan menjalani pengobatan secara tuntas,” jelas Septi.

Ia juga menyampaikan bahwa penderita TBC yang tidak tertangani berpotensi menularkan penyakit ini kepada 10–15 orang setiap tahunnya.

Septi juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta tidak mengabaikan gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *