Sumatera Utara

Sumut Dapat Tambahan 5.000 Rumah Subsidi

383
×

Sumut Dapat Tambahan 5.000 Rumah Subsidi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Kabar baik buat warga Sumatera Utara yang masih menumpang, ngontrak, atau tidur di rumah mertua sambil berharap rezeki turun lewat plafon.

Pemerintah pusat menambah 5.000 unit rumah subsidi untuk Sumut lewat Program Tiga Juta Rumah milik Presiden Prabowo Subianto.

Dengan tambahan ini, total kuota rumah subsidi di Sumut tahun 2025 naik jadi 20.000 unit, dari sebelumnya 15.000.

Kabar ini diumumkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, usai menerima usulan dari Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Menariknya, usulan ini sebenarnya untuk tahun depan, tapi Maruarar bilang, “Udah, realisasikan aja mulai sekarang.” Cepat, tangkas, dan (mungkin) sedikit spontan.

Pengumuman itu disampaikan dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Centre, Medan, Kamis (9/10/2025).

“Kita sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang langsung menambah kuota 5.000 unit tahun ini. Developer, kontraktor, hingga pemasok bahan bangunan semua siap. Jadi harus optimistis target ini bisa tercapai,” kata Bobby, dengan nada seperti orang yang baru saja menang tender besar—tapi dalam konteks kebijakan publik.

Bobby mengingatkan, Sumut masih punya backlog alias kesenjangan antara kebutuhan rumah dan ketersediaan mencapai 938.217 rumah tangga. Angka yang kalau dibayangkan, cukup buat bikin satu provinsi baru yang isinya warga tanpa rumah tetap.

“Masih banyak masyarakat yang belum punya rumah, belum lagi yang rumahnya belum layak huni. Jadi kita harus kejar biar masyarakat kita bisa segera punya tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Menteri PKP Maruarar Sirait menimpali dengan semangat gotong royong khas birokrat yang sudah hafal dinamika lapangan.

“Nggak bisa kerja sendiri. Ini tinggal tiga bulan lagi, jadi semua harus kompak. Gubernur bantu soal perizinan, bank bantu pendanaan, yang lain bantu jangan cuma nonton,” katanya.

Ara—begitu dia biasa disapa—juga menekankan bahwa program ini bukan cuma soal bangun rumah, tapi juga membangun ekosistem ekonomi di sekitar sektor perumahan. Dari kontraktor, penjual semen, hingga tukang galon di warung proyek semuanya ikut kebagian rezeki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *