“Program ini menciptakan ekosistem ekonomi yang luas. Ada penjual material, developer, sampai perbankan. Misalnya, BRI sekarang bantu UMKM konstruksi buat akses pendanaan lebih mudah,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga hadir menambahkan, sektor perumahan ini efek gandanya lumayan kencang. Katanya, program tiga juta rumah bisa nyumbang sekitar 2% ke pertumbuhan ekonomi nasional.
“Selain menumbuhkan ekonomi, program ini juga melibatkan banyak pihak, dari pemerintah daerah, swasta, sampai masyarakat,” ujar Tito, sambil menegaskan bahwa rumah itu bukan cuma soal tempat tidur, tapi juga simbol stabilitas hidup.
Acara itu dihadiri juga oleh Anggota DPR RI Musa Rajekshah (Ijeck), CEO BRI Group Hery Gunadi, unsur Forkopimda Sumut, para pengembang, kontraktor, dan pelaku UMKM sektor konstruksi — lengkap, seperti seminar yang disponsori semesta perumahan rakyat.
Kalau semuanya berjalan lancar, tambahan 5.000 rumah ini bukan cuma angka di atas kertas, tapi jadi tempat pulang baru bagi ribuan keluarga di Sumut.
Karena, seperti kata pepatah (dan developer perumahan): rumah bukan sekadar bangunan, tapi tempat di mana cicilan dan cinta berjalan berdampingan.(Anggi)












