Sumatera Utara

Polres Pelabuhan Belawan Panen Jagung: Dari Seragam Polisi ke Seragam Petani

623
×

Polres Pelabuhan Belawan Panen Jagung: Dari Seragam Polisi ke Seragam Petani

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BELAWAN – Polisi ternyata tak melulu urusan tilang dan patroli malam. Buktinya, Rabu (5/11/2025) siang, halaman hijau di Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, berubah jadi lautan kuning karena Polres Pelabuhan Belawan sedang panen raya jagung.

Ya, polisi sekarang ikut bertani. Bukan untuk penyamaran, tapi demi Program Ketahanan Pangan Nasional.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., CBA—gelarnya panjang, hasil jagungnya juga panjang barisannya.

Turut hadir pula para pejabat utama Polres, unsur Muspika, kelompok tani, dan masyarakat sekitar yang ikut turun tangan menanam (dan kini menuai).

 

Dari Asta Cita ke Jagung Kita

 

Dalam sambutannya, AKBP Wahyudi Rahman menjelaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar acara simbolik berpose dengan cangkul.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan pangan.

“Penanaman jagung ini adalah bentuk dukungan kami terhadap program nasional ketahanan pangan,” ujarnya.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin ikut menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Jadi, kalau biasanya polisi berburu pelaku kejahatan, kali ini mereka berburu hasil panen. Sama-sama deg-degan, tapi lebih banyak senyumnya.

 

Panen Lima Hektare, Hasil 30 Ton

 

Ladang binaan Polres Pelabuhan Belawan diketahui memiliki luas sekitar 5 hektare dengan perkiraan hasil mencapai 30 ton jagung. Nantinya, hasil panen ini akan dijual ke Bulog sebagai kontribusi nyata terhadap stok pangan nasional.

“Lahan yang kita panen hari ini seluas lima hektare, dengan perkiraan hasil tiga puluh ton. Semuanya akan kita salurkan ke Bulog,” terang Kapolres.

Kalau dihitung-hitung, itu berarti sekitar enam ton per hektare—hasil yang cukup bikin jagung di daerah lain ikut minder.

 

Dari Polisi untuk Petani, dari Jagung untuk Negeri

 

AKBP Wahyudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu program ini. Mulai dari masyarakat, kelompok tani, sampai personel polisi yang mau turun tangan di ladang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *