Kota Medan

Datuk Iskandar Muda Minta Pemko Medan Turun ke Lokasi Banjir

259
×

Datuk Iskandar Muda Minta Pemko Medan Turun ke Lokasi Banjir

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Banjir besar yang merendam hampir seluruh wilayah Kota Medan dalam beberapa hari terakhir memicu kritik keras dari anggota DPRD Medan Fraksi PKS, Datuk Iskandar Muda.

Ia menilai banjir kali ini menunjukkan kegagalan sistemik pemerintah kota dalam mengelola infrastruktur dan menangani keadaan darurat.

Menurut Datuk, lemahnya kehadiran pemerintah di lapangan menjadi salah satu keluhan utama warga di tengah kondisi banjir yang menimbulkan kerusakan dan mengganggu aktivitas ekonomi. “Banyak masyarakat mengeluhkan minimnya bantuan darurat, posko yang terbatas, hingga lambatnya respon instansi terkait,” ujarnya di Medan, Jumat, 28 November 2025.

Anggota Komisi IV itu menegaskan bahwa warga membutuhkan kehadiran pemimpin di titik-titik banjir, bukan hanya pernyataan di ruang rapat. “Realitanya, masyarakat merasa berjalan sendiri menghadapi musibah ini,” kata dia.

Datuk juga menyoroti proyek pengendali banjir bernilai miliaran rupiah yang dinilai gagal meredam genangan.

Ia menyebut drainase baru banyak yang tersumbat, kolam retensi tidak berfungsi optimal, dan sejumlah pekerjaan infrastruktur hanya bersifat formalitas tanpa kajian yang matang.

“Jika proyek dibangun tanpa perhitungan dan pengawasan, hasilnya ya begini. Kota tetap banjir, uang rakyat habis, warga yang menjadi korban,” ujarnya.

Ia mendesak Pemko Medan melakukan koreksi besar-besaran dalam pengelolaan banjir.

Lima langkah mendesak yang ia tekankan meliputi kehadiran langsung pejabat di lokasi banjir, pemenuhan cepat kebutuhan warga, penataan ulang drainase secara menyeluruh, penguatan koordinasi antarinstansi, pembangunan sistem manajemen banjir berbasis data berikut early warning system, serta pelibatan masyarakat dalam edukasi dan pengawasan infrastruktur.

“Banjir kali ini harus menjadi alarm keras bagi Pemko Medan. Pemerintah tidak boleh hanya hadir saat peresmian proyek, tetapi justru saat warga membutuhkan pertolongan paling mendesak,” kata Datuk.

Ia meminta Pemko Medan lebih transparan dan serius membenahi tata kelola penanganan banjir. “Warga Medan sudah cukup sabar. Kini saatnya pemerintah menunjukkan kerja nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *