TERITORIAL24.COM,ACEH- Banjir besar yang menggulung wilayah Pidie Jaya tidak hanya merendam rumah dan kebun warga, tetapi juga merenggut nyawa salah satu raksasa hutan, Minggu(30/11/2025).
Seekor gajah Aceh ditemukan mati terseret banjir di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Lokasi penemuan berada tak jauh dari jalur aliran sungai yang meluap hebat saat banjir bandang datang dari arah hulu.
Tubuh gajah malang itu ditemukan terjepit di antara tumpukan kayu besar, lumpur pekat, dan serpihan material yang dihanyutkan arus.
Tim gabungan membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi, yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki karena akses jalan dipenuhi sisa-sisa banjir.
Begitu tiba di titik penemuan, suasana hening seketika—seolah hutan sedang berkabung.
Petugas lapangan memperkirakan gajah terseret arus saat melintas di area migrasi yang memang berdekatan dengan bantaran sungai.
“Arus datang tiba-tiba dari arah perbukitan. Tanah dari atas longsor, kayu tumbang, semua terbawa turun. Bahkan gajah pun tak bisa melawan derasnya air,” ujar salah satu anggota tim penyisiran di lokasi.
BKSDA Aceh telah melakukan identifikasi awal terhadap satwa tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan usia, kondisi kesehatan sebelum kejadian, serta apakah gajah ini merupakan anggota dari kelompok yang selama ini dipantau rutin.
Data itu penting untuk menghitung dampak ekologis yang ditimbulkan banjir terhadap satwa liar.
Hingga kini, tim gabungan masih menyisir kawasan sekitar Meunasah Lhok—terutama daerah yang terkena genangan dan aliran banjir paling parah.
Material kayu raksasa yang berserakan, tanah yang masih labil, dan aliran kecil yang masih mengalir membuat proses penyisiran berjalan lambat dan penuh kehati-hatian.
Tragedi ini bukan sekadar temuan satwa mati. Ini adalah peringatan keras dari hutan Aceh.
Kerusakan lingkungan di hulu—mulai dari pembukaan lahan hingga perubahan bentang alam—mampu mempercepat bencana yang tidak hanya menghajar manusia, tapi juga makhluk yang menjadi penopang ekosistem hutan.












