Tebing Tinggi - Batu Bara

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Bawang Merah

212
×

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Bawang Merah

Sebarkan artikel ini

Upaya Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi Daerah Melalui Kolaborasi Pemko, Petani, dan Bank Indonesia

Gerakan Tanam Bawang Merah di lahan Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Selasa (9/6/2026)(foto: Diskominfo Tebing Tinggi)

TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI – Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui sektor pertanian.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Gerakan Tanam Bawang Merah di lahan Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tebing Tinggi sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menekan potensi kenaikan inflasi.

“Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi besar memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi,” ujar Wali Kota.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan berupa bantuan sarana budidaya bawang merah kepada kelompok tani di Tebing Tinggi.

Mekar Sentosa Jadi Sentra Pertanian Produktif

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi, Iboy Hutapea, menjelaskan bahwa Kelurahan Mekar Sentosa merupakan salah satu kawasan pertanian produktif yang selama ini mengembangkan padi sawah, cabai merah, dan berbagai komoditas hortikultura.

Pada musim tanam kali ini, luas lahan padi sawah yang dikelola mencapai 791 hektare, sementara lahan bawang merah yang dimanfaatkan Kelompok Tani Sumber Rezeki mencapai 2 hektare.

Menurutnya, budidaya bawang merah memiliki prospek yang cukup baik karena harga jual di tingkat petani relatif menguntungkan dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

BI Dorong Penguatan Pasokan dan Stabilitas Harga

Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Tutut Tiana, menyebutkan bahwa tingginya biaya produksi seperti bibit, pupuk, dan pestisida masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *