TERITORIAL24.COM, BUKITTINGGI — Bencana alam yang melanda Kabupaten Agam beberapa hari lalu meninggalkan jejak duka bagi banyak keluarga. Rumah dan sekolah rusak, aktivitas sehari-hari terganggu, dan sejumlah siswa harus menghadapi kondisi yang penuh kesulitan.
Di tengah kesedihan itu, MTsN 2 Bukittinggi menunjukkan kepedulian nyata dengan hadir sebagai pelita harapan bagi siswa-siswanya yang terdampak.
Pada Sabtu, 29 November 2025, Kepala Madrasah Fakhri bersama jajaran mendistribusikan bantuan langsung kepada 70 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX.
Bantuan ini berupa paket kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta pendampingan psikososial untuk membantu siswa tetap semangat belajar di tengah musibah.
Suasana di madrasah pagi itu penuh haru dan kehangatan. Beberapa siswa menundukkan kepala, menahan air mata, sementara yang lain menatap paket bantuan dengan mata berbinar, mencerminkan campuran antara kesedihan dan syukur.
Orang tua yang mendampingi terlihat lega, sesekali menepuk pundak anaknya dengan lembut.
Fakhri menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai keluarga besar yang hadir di setiap kondisi.
“Kami ingin memastikan anak-anak merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini. Mulai Senin pagi, 1 Desember 2025, kami akan membuka posko pendampingan, berkoordinasi dengan orang tua, dan memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi, baik materiil maupun moral,” ujar Fakhri.
Aksi ini tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan semangat bagi para siswa.
Fakhri menambahkan, melihat senyum di wajah anak-anak meski dalam kondisi sulit adalah hadiah terbesar bagi pihak madrasah.
“Bantuan ini adalah simbol kepedulian dan kasih sayang. Semoga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menebar empati dan membangun budaya saling membantu,” katanya.
Kepedulian MTsN 2 Bukittinggi mendapat apresiasi dari orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Mereka menilai bahwa madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga nilai kemanusiaan, solidaritas, dan empati.












