TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI – Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api dan mobil Avanza di Jalan Abdul Hamid merenggut sembilan nyawa sekaligus pada Rabu sore,(21/1/2026).
Seluruh korban merupakan satu rombongan keluarga asal Medan dan Deli Serdang yang sedang dalam perjalanan menuju rumah kerabat.
Peristiwa memilukan ini menyita perhatian publik setelah kendaraan terseret hingga sejauh 300 meter dari lokasi tabrakan.
Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Anda Yaser Albantani, hadir menyampaikan rasa belasungkawa yang paling dalam kepada seluruh keluarga besar para korban.
Beliau mengaku sangat terpukul mendengar kabar adanya balita dan lansia yang turut menjadi korban dalam musibah tragis tersebut.
Menurutnya, duka yang dialami keluarga korban adalah duka kolektif bagi seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi.
Soroti Faktor Keselamatan dan Visibilitas Jalan
Selain empati, Anda Yaser menyoroti faktor keselamatan di sekitar perlintasan yang dinilai perlu segera dievaluasi oleh pihak terkait.
Ia meminta agar area sekitar rel dibersihkan dari pepohonan agar pandangan pengguna jalan tidak terhambat saat akan melintas.
Beliau menegaskan bahwa pohon-pohon di sekitar perlintasan tidak boleh ditanam lagi demi menjaga visibilitas pengendara yang melintas,kamis(22/1/2026).
Lebih lanjut, Anda Yaser mendorong pemerintah untuk segera mengupayakan pembuatan palang pintu kereta api di titik rawan tersebut.
Meski secara aturan teknis mungkin terdapat kendala administrasi, ia menilai keselamatan nyawa manusia harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Ia berharap langkah nyata segera diambil agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban di perlintasan yang sama.
Daftar Identitas Sembilan Korban Jiwa
Adapun daftar sembilan korban meninggal dunia dalam tragedi ini adalah Abdul Kadir (42) selaku sopir, Rizal (59), serta Daratul Laila (50). Korban lainnya termasuk Risnawati (57), Muhammad Hafiz, balita Muhammad Rafkha Attaqih (2), Asrah (78), Sri Devi (41), dan Zaitun (50). Seluruh jenazah kini telah difasilitasi ambulans dan pengawalan untuk dipulangkan ke rumah duka masing-masing di Medan dan Deli Serdang.












