Kota Medan

700 Pekerja Pabrik Swallow Terancam PHK

236
×

700 Pekerja Pabrik Swallow Terancam PHK

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Sekitar 700 pekerja Pabrik Swallow di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, terancam pemutusan hubungan kerja setelah pabrik sandal tersebut terbakar pada akhir Januari 2026.

Hingga awal Februari, pabrik belum kembali beroperasi dan seluruh pekerja masih dirumahkan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, meminta Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) segera bertindak untuk melindungi hak para pekerja.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan buruh kehilangan kepastian penghasilan pascakebakaran.

“Kami prihatin. Informasi yang kami terima, sekitar 700 orang kehilangan mata pencaharian karena pabrik belum beroperasi,” kata Tia Ayu, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia mendesak Disnaker Medan meminta kejelasan status usaha dari pihak perusahaan. Jika pabrik akan kembali beroperasi, kata dia, perusahaan wajib membayarkan gaji pekerja selama masa dirumahkan.

Namun, jika tidak beroperasi lagi, pengusaha harus segera membayarkan pesangon sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Disnaker harus mendampingi pekerja agar hak-hak mereka tidak diabaikan,” ujar Ketua PD Tidar Sumatera Utara itu.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen Pabrik Swallow terkait nasib para pekerja. Menurut dia, para buruh belum dapat kembali bekerja karena aktivitas pabrik masih terhenti.

Berdasarkan data Disnaker Medan, terdapat 255 karyawan tetap dan sekitar 500 buruh lepas yang bekerja di pabrik tersebut.

“Totalnya sekitar 700 orang,” kata Ramaddan, Jumat, 30 Januari 2026.

Ia menegaskan, meskipun pabrik mengalami kebakaran, perusahaan tetap berkewajiban membayarkan gaji pekerja hingga ada kepastian status kerja.

“Jika terjadi PHK, hak pesangon pekerja harus dibayarkan. Ini akan kami kawal,” ujarnya.(Anggi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *