Kota Medan

Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Target Bebas Kabel Udara

214
×

Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Target Bebas Kabel Udara

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN —Pemerintah Kota Medan tampaknya makin serius merapikan wajah kota. Lewat program Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata), Pemko Medan menargetkan sebanyak 12 ruas jalan utama di ibu kota Sumatra Utara ini bakal bebas dari kabel udara yang selama ini bikin langit kota terlihat semrawut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Alam Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Medan, Gibson Panjaitan, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Jalan Zainul Arifin, Senin (9/2/2026).

Saat itu, Pemko Medan baru saja melakukan pemotongan kabel dan pembongkaran tiang utilitas secara simbolis sebagai penanda dimulainya penataan di ruas jalan tersebut.

Menurut Gibson, program Merata difokuskan pada pemutusan kabel udara yang mengganggu estetika kota, pembongkaran tiang utilitas yang tak lagi berfungsi atau memakan ruang publik, serta pemindahan jaringan utilitas ke bawah tanah melalui sistem utilitas terpadu.

Dari 12 ruas jalan yang ditetapkan sebagai prioritas, progres pengerjaan bervariasi. Jalan Dr. Mansyur telah rampung sepenuhnya.

Sementara di Jalan Juanda, pembongkaran kabel dan tiang utilitas telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan tuntas pada bulan ini.

Adapun penataan di Jalan Zainul Arifin baru dimulai pekan ini, meliputi pemutusan kabel udara dan pembongkaran tiang utilitas. Sementara itu, di Jalan Imam Bonjol, pekerjaan masih berlangsung berupa penggalian dan penyambungan jaringan kabel bawah tanah.

Selain empat ruas tersebut, penataan juga menyasar Jalan Bhayangkara, Gaperta, Karya Wisata, Metereologi, GM Panggabean, Kejaksaan, Candi Borobudur, dan Candi Mendut. Di beberapa lokasi itu, sebagian jaringan utilitas sudah mulai dipindahkan ke sistem bawah tanah.

Untuk menghindari bongkar-pasang yang berulang, Pemko Medan mengintegrasikan penataan kabel dengan proyek penataan trotoar melalui skema joint program. Tercatat, ada enam ruas jalan yang pengerjaan trotoarnya dilakukan bersamaan dengan penurunan jaringan utilitas.

“Langkah ini diambil supaya penggalian tidak dilakukan berulang kali dan hasil penataannya lebih rapi,” ujar Gibson.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *